Antrian pengendara yang mau mengisi premium di SPBU Batam Center, sebelah Gedung Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Batam. Foto Batamlagi.com

BATAM – Sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Batam sudah banyak tak jualan premium atau bensin. Kalau pun ada, pembeli premium pun dijatah dari Rp 50 ribu hingga 100 ribu.

Misalnya di SPBU Batam Center yang berada di sebelah Gedung Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Batam. Untuk mobil dijatah Rp 100 ribu sekali mengisi premium.

“Untuk kendaraan roda dua dijatah Rp 50 ribu,” ujar salah seorang petugas SPBU Batam Center sebelah Gedung Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Batam, Selasa (19/1).

Namun datangnya premium itu pada sore hari. Sehingga para pengendara yang ingin mengisi premium siang itu, harus menunggu. Hanya beberapa kendaraan saja yang antri menunggu giliran pengisian bahan bakar Pertalite.

“Datangnya (premium) biasanya sore, jam 5-6 an,” kata petugas SPBU tadi.

Sedangkan untuk bahan bakar Pertalite yang tersedia tak bertahan lama.

“Habis Pertalite terpaksa isi Pertamax,” kata Iwan, pedagang kaki lima yang jarang dapat Pertalite apalagi Premium.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam, Gustian Riau mengkui, Pertamina tak bisa menyediakan Premium untuk kebutuhan masyarakat Batam.

“Kalau pertamina memang tidak mampu untuk menyediakan Premium kebutuhan kota Batam, kita cari alternatif ke Shell,” ujar Gustian Riau, Senin (18/1). Katanya, minimal ada solusi setara dengan Premium.

Shell merupakan bahan bakar dari Malaysia. “Di Jakarta, Bali dan beberapa daerah lainnya sudah ada Shell,” jelas Gustian Riau. Pihaknya saat ini tengah melakukan kajian dengan Shell.

Sejauh ini, lanjut Gustian Riau, hasil rapat sebelumnya dengan Pertamina, untuk pembelian Premium harus menggunakan kartu Brizzi.

“Namun, Pertamina menolak untuk semua SPBU diberikan Premium,” kata Gustian Riau.

Ia menyebut, dari data 40 SPBU di Kota Batam 3 yang sudah tutup. Dari 37 SPBU yang buka, hanya 25 SPBU yang dapat Premium. 12 SPBU tidak pakai premium.

“Tapi 25 SPBU diancam sama Pertamina mereka dipaksa untuk tidak menjual Premium,” tegasnya.

Alasannya Pertamina menolak, kata Gustian Riau, menurut cerita Indonesia akan menghilangkan Premium.

“Tapi kan tidak hilang, Pemko melakukan kajian bagaimana Shell bisa masuk ke Batam,” imbuhnya.(bala)