PT Moya Indonesia saat menggelar konferensi pers  di ruang marketing BP Batam, Kamis (7/1). Foto: ist

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Tidak sampai dua bulan mengelola air minum di Kota Batam, PT Moya Indonesia mendapat keuntungan mencapai Rp 40 miliar. Keuntungan tersebut juga dibagikan kepada Badan Pengusahaan (BP) Batam.

“Dari Rp 40 an miliar itu, Rp 20 miliarnya kami bagi untuk BP Batam,” ujar Sutedi Rahardjo, Direktur PT Moya Indonesia¬† saat konferensi pers di ruang marketing BP Batam, Kamis (7/1).

Terkait keluhan pelanggan yang tagihannya membengkak di awal tahun ini, Sutedi juga menjelaskan, dari pencatatan sudah sesuai dengan angka di meteran. Namun ia akan memberikan solusi dengan mencicil kelebihan tagihan tadi, atas persetujuan dari BP Batam.

Dijelaskan, sesuai data di rekening bulan Januari ada sekitar 303 pelanggan yang pemakaiannya naik yaitu 0,1 persen setelah diverifikasi.

Masih kata Sutedi, sedangkan jumlah pelanggan hingga akhir Desember 2020 mencapai 282.804.

Seperti diketahui, PT Moya Indonesia menjadi operator air bersih di Batam setelah berakhirnya konsesi PT Adhya Tirta Batam (ATB) pada 14 November 2020. PT ATB sudah mengelola air di pulau berbentuk kalajengking ini selama 25 tahun.

Untuk sementara, BP Batam menunjuk PT Moya Indonesia yang dinilai berpengalaman dalam pembangunan dan pengoperasian Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), selama 6 bulan ke depan.(bl)