Kapolres Karimun, AKBP Muhammad Adenan SIK. Foto: ist

KARIMUN (BATAMLAGI.COM) – Nurul Ihsan, seorang penyelam hilang saat melakukan proses menimbulkan Kapal Isap Produksi (KIP) 10 yang tenggelam. Petugas gabungan terus melakukan pencarian. Karena cuaca tak memungkinkan, proses pencarian dilanjutkan pada Rabu (6/1).

Kapolres Karimun, AKBP Muhammad Adenan SIK dalam rilisnya mengatakan, peristiwa itu bermula pada Senin (4/1) pukul 09.30 WIB, Nurul Ihsan bersama lima orang rekannya dari PT Harta Karunia Sejati melakukan penyelaman (Salvage) guna mengangkat bangkai KIP 10 yang tenggelam pada Agustus 2019.

KIP 10 tersebut milik PT Timah Kundur. Pada Juli 2020 PT Harta Karunia Sejati memenangkan tender pengerjaan untuk menimbulkan KIP 10. Sesuai perjanjian sampai KIP 10 itu disandarkan ke Dermaga Sikumbang, Kecamatan Kundur Barat, Kabupaten Karimun.

Untuk teknik kerja dilakukan dengan mengikatkan tali ke bagian tubuh para penyelam tujuannya sebagai kontrol para penyelam.

Saat itu penyelaman dibagi 2 tim, sampai pukul 15.00 WIB. Selesai aktifitas itu, kemudian Nurul Ihsan bersama rekannya, Ferianto menyelam kembali untuk mengecek posisi jangkar KIP 10.

Setelah 13 menit penyelaman, Ferianto muncul ke permukaan air, sedangkan korban tak kunjung naik ke permukaan air.

Mengetahui hal tersebut rekan-rekan kerja korban langsung mencari korban dengan cara turun melakukan penyelaman, namun sampai saat ini belum ditemukan.

Pihaknya, kata Adenan yang mendapat laporan tersebut langsung turun ke lokasi kejadian dengan mengirimkan Sat Polairud Polres Karimun untuk turun ke TKP melakukan pencarian bersama dengan rekan-rekan kerja korban hingga Selasa (5/1) sore.

Lokasinya berada di Kordinat 0°54’14.3″N, 103°16’35.0″E Perairan Sebelah Barat Pulau Kanipan Kabupaten Karimun.

“Karena angin dan ombak mulai kuat maka, sementara dihentikan dan akan dilakukan giat SAR besok bersama Tim SAR lain,” tegas Kapolres.(*/bl)