Walikota Ex-Officio Kepala BP Batam, HM Rudi. Foto: ist

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Bencana alam melanda Batam selama 2 hari. Sejumlah kerusakan terjadi. Bersyukur tidak ada korban jiwa. Untuk menangani musibah yang terjadi tersebut, Pemerintah Kota Batam bekerjasama dengan Badan Pengusahaan (BP) Batam akan menggelontorkan dana darurat mencapai Rp 23 miliar.

Walikota Ex-Officio Kepala BP Batam, HM Rudi mengatakan, dana tersebut untuk penanganan longsor. Kemudian, pelebaran drainase. Langkah itu dilakukan sebagai solusi dalam menangani bencana tak terduga.

“Kita arahkan Sekda (Jefridin) menggunakan dana darurat mencapai Rp 23 miliar,” ujar Rudi usai menggelar rapat koordinasi dengan OPD dan BP Batam di Kantor Walikota Batam, Batamcentre, Senin (4/1).

Dikatakan Rudi, pengalokasian anggaran bencana alam itu diambil dari dana darurat, setelah mendapat persetujuan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

“Harus lapor ke BPKP. Sehingga (dana darurat) bisa digunakan. Agar, nantinya tak ada masalah. Kriteria darurat ini apa saja. Harus kita cantumkan,” paparnya.

Selain untuk pembuatan batu miring di lokasi rawan longsor, dana itu juga akan memperbaiki saluran yang kecil dan yang mengalami pendangkalan.

“Kita minta dibuka tambahan (diperbesar) di kiri dan kanan, agar dibuka,” pungkasnya.(bl)