Kapal KM Dellen Jaya GT.33 yang diamankan Bea Cukai Kepri. Foto: ist 

KARIMUN (BATAMLAGI.COM) – Penyelundup pasir timah berhasil diamankan jajaran Bea Cukai Kepri. Kini, Kapal KM Dellen Jaya GT.33 dan muatan pasir timah sebanyak 18 ton berada di area Kantor Wilayah DJBC Khusus Kepulauan Riau, di Karimun, Rabu (30/12).

Kakanwil DJBC Khusus Kepulauan Riau, Agus Yulianto, mengatakan, KM Dellen Jaya GT 33 yang diduga mau ke Malaysia ditangkap di sekitar perairan Natuna.

Dijelaskan, kapal kayu tersebut membawa 18 ton pasir timah tanpa dokumen kepabeanan. Pasir timah tersebut dimasukkan ke dalam 360 karung. Diperkirakan nilai barang mencapai Rp 2,7 miliar.

Selanjutnya, kapal beserta nakkoda, 3 orang ABK dan muatannya dibawa ke Kantor Wilayah DJBC Khusus Kepulauan Riau untuk dilakukan pemeriksaan.

Menurut Agus, pasir timah termasuk salah satu komoditi yang dilarang diekspor. Hal ini berdasarkan Permendag Nomor 32 Tahun 2018 tanggal 2 Februari 2018, yang antara lain menyatakan bahwa, bijih timah dan konsentratnya merupakan produk industri pertambangan yang dilarang diekspor.

Diduga KM Dellen Jaya GT 33 melanggar 102a UU No. 17 Tahun 2006 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan.

Seperti diketahui, upaya penyelundupan pasir timah juga pernah digagalkan petugas bea Cukai. Meski terus digagalkan, aksi penyelundupan hasil tambang itu tak membuat pelaku jera. Mereka terus beraksi dengan berbagai modus untuk mengelabui petugas.

Agus juga mengatakan, upaya pengawasan di wilayah Kepulauan Riau yang berbatasan dengan negara jiran secara kontinyu dilakukan jajaran Bea Cukai. Bahkan di masa pandemi ini.

“Pengawasan dalam bentuk operasi patroli laut bea cukai secara mandiri maupun terkoordinasi dilakukan, untuk memastikan penegakan hukum,” pungkasnya.(bl)