DH (29), pelaku kasus pembobolan dan pembakar ATM Bank BNI saat di kantor polisi. Foto: Batamlagi.com

KARIMUN (BATAMLAGI.COM) – Kasus pembakaran dan pembobolan uang di ATM Bank BNI di Ruko BSC Prayun, Kundur Barat, Kabupaten Karimun berhasil diungkap jajaran Polres Karimun. Pelakunya adalah DH (29), teknisi Bank BNI. Sedangkan uang Rp 810 juta yang diembat pelaku ludes untuk investasi online.

Kapolres Karimun, AKBP Muhammad Adenan SIK yang didampingi Kasat Reskrim Polres Karimun AKP Herie Pramono SIK, Selasa (29/12) pagi, mengungkapkan, peristiwa tersebut bermula saat pada Rabu 16 Desember. Pelaku yang bekerja sebagai teknisi bagian pengisian uang di ATM BNI tersebut menguras isi ATM dan membakarnya.

Pengungkapan ini berawal dari kecurigaan terhadap pelaku yang mengalami luka bakar dan sempat dirawat di Rumah Sakit di Tanjung Batu, usai kejadian tersebut.

Mendapatkan informasi tersebut polisi langsung melakukan penyelidikan mendalam dan bekerja sama dengan pihak bank.

Informasi itu ternyata benar, bahwa ada teknisi yang bertugas mengisi dan memeriksa mesin ATM BNI mengalami luka bakar. Pada tanggal 23 Desember 2020 sekitar pukul 03.00 WIB atau sepekan setelah kejadian, pelaku dibekuk polisi.

Atas kelakuannya itu, pelaku dijerat pasal 187 junto Pasal 363 KUH Pidana dengan ancaman hukuman penjara di atas 5 tahun penjara.

“Pelaku langsung kita amankan saat sedang melakukan pengobatan di Rumah Sakit Tanjungbatu. Setelah diintrogasi, pelaku mengakui perbuatanya,” ujar Kapolres di Mako Polres Karimun.(bl)