DH (29), pelaku kasus pembobolan dan pembakar ATM Bank BNI saat di kantor polisi. Foto: Batamlagi.com

KARIMUN (BATAMLAGI.COM) – Sebelum beraksi, ternyata DH (29), teknisi Bank BNI ini sudah merencanakan pembobolan dan pembakaran ATM milik perusahaan tempatnya bekerja tersebut. Namun aksinya tak berjalan mulus.

Kapolres Karimun, AKBP Muhammad Adenan SIK dalam rilisnya, Selasa (29/12) mengungkapkan, sebelum beraksi, pelaku sudah melakukan perencanaan.

“Jadi aksi pelaku sudah terencana sejak 3 hari sebelum beraksi,” ujar Adenan.

Dikatakan Adenan, sesampai di tempat kejadian, pelaku terlebih dahulu memutuskan koneksi CCTv ATM dengan memotong kabelnya. Kemudian membuka mesin ATM dan mengambil seluruh uang sebanyak Rp 810 juta.

Setelah itu pelaku mengganti uang di mesin ATM dengan pecahan seribu dan 2 ribu rupiah, serta pecahan Rp 100 ribu dengan jumlah total Rp 2,5 juta.

“Ini dilakukan Untuk mengelabui petugas saat melakukan penyelidikan awal terkait kebakaran di tiga unit mesin ATM tersebut,” ungkap Adenan.

Usai menguras uang di mesin ATM, pelaku menyiramkan bensin ke dalam mesin ATM dan membakarnya. Saat menghidupkan api, tubuh pelaku tersampar si jago merah sehingga mengalami luka bakar di bagian muka, tangan dan kaki pelaku.

“Inilah yang menjadi petunjuk awal dalam mengungkap kasus ini,” ujar Adenan.

Saat beraksi, pelaku sangat faham dengan kerja mesin ATM dan mengetahui kode-kode untuk membuka mesin ATM.

Lagi-lagi, untuk mengelabui petugas, selain membakarnya ATM, pelaku juga meninggalkan linggis di lokasi kejadian. Ini bertujuan untuk membangun opini agar dikira mesin ATM dirusak dan kemudian dibakar.

Terkait aksinya itu, pelaku DH yang mengenakan baju tahanan warna orange dan duduk di kursi roda saat ditanyakan terkait peristiwa itu mengakuinya. Kepada wartawan pria ini juga mengaku sudah bekerja selama 3 tahun sehingga mengerti seluk beluk mesin ATM.

“Iya saya yang lakukan, saya kerja sudah 3 tahun,” ujarnya.

Sedangkan semua uang hasil kejahatan itu digunakan untuk transaksi jasa investasi online Bimono.

“Uang semuanya Rp 810 juta, saya gunakan untuk investasi di Bimono. Duitnya dah habis semua. Dulu saya pernah menang dalam investasi Bimono, tapi sekali. Banyak kalahnya,” akunya.(bl)