Ilustrasi murid saat belajar. Foto: ist

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Pemerintah Kota (Pemko) Batam berencana membuka sekolah atau belajar tatap muka di tengah pandemi Covid-19 pada awal tahun 2021 mendatang di wilayah hinterland. Hal ini akan diberlakukan karena wilayah kecamatan pulau penyangga itu berada di zona hijau.

“Saya sudah meminta datanya. Rencananya, hinterland duluan untuk belajar tatap muka langsung. Tapi akan kita rapatkan lagi,” kata Wali Kota Batam Muhammad Rudi, Selasa (22/12).

Dikatakan Rudi, pembukaan sekolah ini dari tingkat TK, SD dan SMP. Namun pihaknya belum memutuskan bagaimana Standar Operasional Prosedur (SOP). Sedangkan untuk di mainland (Perkotaan) belum diwacanakan.

“Kemarin usulan dari Disdik, hinterland dulu. Guru-gurunya akan kita undang, mereka siap atau tidak. Kalau SMA bukan, wewenang kota,” ujarnya.

Sementara itu, rencananya siswa yang akan sekolah tatap muka diberlakukan swab test pada awal Januari 2021 mendatang. Hal ini merupakan salah satu syarat agar sekolah tatap muka bisa terealisasi di tengah pandemi Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes), Didi Kusmarjadi mengatakan untuk kebijakan swab test bagi siswa yang di hinterland, menurutnya tidak diperlukan. Karena zona daerah hinterland cukup aman dan nyaman bagi siswa. Hinterland jumlah siswa tidak banyak seperti di perkotaan.

“Saya rasa tak perlu swab. Karena untuk hinterland siswa mayoritas berasal dari daerah setempat. Yang paling penting itu adalah protokol kesehatan,” ucapnya.(bl)