Kapolsek Nongsa, AKP I Made Putra Hari, Kasubbag Humas Polresta Barelang AKP Betty Novia dan Kanit Reskrim Ipda Sofyan saat ekspos kasus curat. Foto: ist

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Seorang penjambret berinisial MA dibekuk jajaran Polsek Nongsa. Alap-alap jalanan ini harus mendekam di balik jeruji besi setelah gagal menjambret seorang wanita.

Kapolsek Nongsa, AKP I Made Putra Hari kepada wartawan mengatakan, pengungkapan kasus ini bermula pada Jumat (30/10) sekira pukul 16.00 WIB. Saat itu pelaku menuju ke arah bundaran SMAN 3 Batam untuk mencari target.

Sesampai di Jalan Dang Merdu, depan Mega Techno City (MTC), pelaku melihat seorang anak laki-laki mengendarai motor berboncengan dengan ibu yang juga menuju ke arah bundaran SMAN 3 Batam.

Sesampai di jalan sepi, pelaku memepet motor korban dan berusaha menarik tas yang dipegang ibu tersebut. Korban pun spontan menahan tas sehingga tas itu tersangkut di stang sepeda motor. Akibatnya motor korban dan motor pelaku terjatuh.

Peristiwa itu mengundang perhatian warga. Agar tak diamuk massa, dengan dalih kecelakaan, pelaku mengantarkan kedua korban ke Klinik Syahrial bersama warga yang menolong.

Kepada warga, korban pun memberitahu jika peristiwa itu terjadi karena tersangka menarik tas sang ibu.

Mendengar pengakuan korban, warga membawa pelaku dan korban ke Polsek Nongsa. Jajaran Opsnal Polsek Nongsa yang dipimpin Kanit Reskrim Polsek Nongsa, Ipda Sofyan berhasil membuktikan bahwa tersangka telah melakukan tindak pidana.

Selanjutnya, tempat tinggal pelaku yang juga dijadikan tempat jualan parfum didatangi polisi. Di tempat tersebut, Tim menemukan kartu PGRI milik EA yang juga merupakan korban.

Atas bukti-bukti yang ditemukan itu, pelaku tak bisa mengelak atas kejahatan yang dilakukan terhadap anak dan ibu tersebut.

Dikatakan I Made, pelaku telah beberapa kali menjambret. Dan yang dijambretnya perhiasan emas milik perempuan. Pengakuan tersangka, sudah beraksi 28 kali beraksi.

Namun, aksi pelaku tak selalu mulus. Pelaku mengakui aksinya 6 kali gagal, karena korbannya melawan, dan juga mengetahui jika telah diikuti pelaku. Kejahatannya itu lakukan di wilayah Kecamatan Nongsa dan Batam Kota.

Atas perbuatannya, pelaku terancam pasal 365 ayat 2 ke 1 junto pasal 65 ayat 1 KUHP dengan hukuman penjara 12 tahun.

“Tim Reskrim Polsek Nongsa mengamankan 19 kembar surat gadai, 4 surat gadai emas, kertas 4 gelang emas rantai seberat 95,53 gram,” ujar Kapolsek yang didampingi Kasubbag Humas Polresta Barelang AKP Betty Novia dan Kanit Reskrim Polsek Nongsa Ipda Sofyan saat ekspos kasus tersebut.(bl)