Dua perampok sadis saat diamankan polisi: Foto: ist

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Ditemui di Mapolresta Barelang, Selasa (1/12) malam, kedua pelaku mengaku memakai uang hasil rampokannya sebesar Rp 210 juta. Uang ratusan juga itu dipakai untuk berfoya-foya di diskotek dan dibagi-bagikan.

Saprianto mengaku uang hasil kejahatannnya itu diberikan kepada Affin, teman duetnya hanya Rp 10 juta saja. Sedangkan sisanya ia dipakai untuk dirinya sendiri.

Alasan hanya memberi Rp 10 juta, karena peran Affin hanya menyupiri mobil saja.

“Uang saya bagi. Affin saya bagi Rp 10 juta. Karena hanya saya ajak untuk mengemudikan mobil saja. Yang beraksi mengambil uang dari mobil korban saya,” aku Saprianto.

Selanjutnya, uang yang dipegangnya itu dibagikan dan untuk membelanjai pacarnya serta digunakan foya-foya, untuk membeli barang-barang dan emas.

“Saya belikan emas, TV, speaker aktif, belanjakan pacar, dan juga pergi happy atau ‘on’ ke diskotek,” aku Saprianto.

Tak pelak, hasil rampokan lesap kurang lebih 10 hari, sejak kejadian pada Jumat (20/11) hingga diamankan Senin (30/11) malam. Uang yang tersisa tinggal Rp 7 juta.

“Sisa di ATM hanya Rp 7 juta saja,” katanya.

Saprianto akui ia sangat menikmati hasil rampokannya. Hampir tiap malam ia dugem di diskotek.

“Sudah 6 kali masuk diskotek. Sekali pergi, habis uang Rp 10 juta,” katanya lagi.

Sedangkan Affin mengaku, uang kejahatannya itu digunakan untuk membayar pajak mobil taksi onlinenya. Karena pemasukan jadi taksi online saat ini tidak lancar lagi.

“Kadang saya sewakan kepada orang. Uangnya saya gunakan untuk bayar pajak mobil,” paparnya.

Pada diajak Saprianto, ia mengaku tak menyangka akan dibawa merampok. Dirinya hanya disuruh mengemudikan mobil yang disewa.

“Saya baru tahu setelah sampai di lokasi. Karena juga saya butuh uang, makanya saya ikut saja,” ucapnya dengan kepala tertunduk.(bl)