Herman (34) dan Andro (33), pelaku kasus penjambretan saat di kantor polisi. Foto: ist

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Jajaran Unit Reskrim Polsek Sagulung berhasil membekuk dua penjambret bernama Andro (33) dan Herman (34). Salah seorang pelaku merupakan residivis yang sudah beraksi di sejumlah lokasi seperti di Sagulung, Lubukbaja dan Batuampar.

Kapolsek Sagulung, AKP Yusriadi Yusuf, Rabu (2/12), mengatakan, penangkapan alap-alap jalanan itu berawal saat seorang wanita yang menjadi korban hendak pulang ke rumahnya di kawasan Sagulung pada Senin (2/11) sekitar pukul 19.00 WIB.

Sesampai di jalan raya depan SMA 5 Kecamatan Sagulung, Kota Batam, dua pelaku yang berboncengan naik motor memepet motor korban. Korban yang dibonceng temannya tak bisa berbuat banyak, saat handphone merek Realme 5 I di genggamannya ditarik paksa oleh pelaku.

Korban yang kaget, spontan berteriak. Namun, pelaku langsung menggeber motornya, lenyap di kegelapan membawa hasil kejahatannya. Malam itu juga, korban melapor ke Polsek Sagulung.

Mendapat laporan tersebut, jajaran Unit Reskrim Polsek Sagulung langsung melakukan penyelidikan. Tempat Kejadian Perkara (TKP) didatangi. Tak lama polisi mengetahui identitas pelaku dan tempat persembunyiannya.

“Kami mendapatkan informasi terpercaya bahwa keberadaan pelaku sedang berada di kamar ruko di Pasar Tanjung Pantun Jodoh, Batuampar,” ujar AKP Yusriadi Yusuf.

Pada Senin (30/12) pukul 20.00 WIB, para pelaku berhasil dibekuk tanpa perlawanan di tempat indekosnya. Saat ditangkap, pelaku sedang tidur pulas.

Dari tangan pelaku, diamankan barang bukti 1 handphone realme, tas sandang loreng, ATM berbagai bank, SIM A, kartu parkir dan STNK motor.

Dari penyidikan sementara, dua pelaku sudah beraksi sebanyak 9 kali di 3 kecamatan yakni di Sagulung 5 TKP, Lubukbaja 2 TKP dan Batuampar 2 TKP. Satu pelaku merupakan residivis kasus yang sama. Kasus ini masih dalam pengembangan jajaran Reskrim Polsek Sagulung.

“Satu pelaku merupakan residivis dan tidak memiliki pekerjaan. Satu lagi pekerjaannya sebagai nelayan. Kita masih melakukan pendalaman, mana tahu masih ada TKP lainnya,” pungkasnya.(bl)