Pelaku dan barang bukti ekstasi dan sabu-sabu dalam pampers diamankan polisi. Foto: Batamlagi.com

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Jajaran Subdit II Ditresnarkoba Polda Kepri mengamankan pria berinisial AK dan 20 ribu butir ekstasi atau ineks. Ekstasi itu rencananya akan diedarkan di Kepri dan luar daerah.

Wakapolda Kepri Brigjen Pol Darmawan mengatakan, ekstasi yang diamankan dari pelaku ada yang berwarna biru sebanyak 10.600 butir dan warna pink 9.400 butir berlogo Yinyang. Total keseluruhan 20.000 butir.

Penangkapan pelaku bermula pada tanggal 27 November 2020 sekira pukul 20.00 WIB. Ada informasi adanya kepemilikan pil ekstasi sebanyak 20 ribu butir. Selanjutnya, personil Subdit 2 bergerak ke Pelabuhan Tanjunguma.

Dari hasil penyidikan diketahui, ekstasi tersebut rencananya akan diedarkan di Kepri dan luar daerah.

Di hari yang sama juga diekspos kasus narkotika jenis sabu yang diungkap jajaran Satresnarkoba Polresta Barelang. Dua pelaku dan 8,32 kilogram sabu-sabu berhasil diamankan.

Brigjen Pol Darmawan mengatakan, pengungkapan itu berawal pada Selasa (24/11) sekitar 18.30 WIB. Pihaknya mendapatkan informasi adanya transaksi sabu-sabu yang baru tiba dari Malaysia di Perairan Nongsa.

Lalu, petugas menyamar sebagai penjemput barang haram itu dengan pengawalan ketat tim Satresnarkoba Polresta Batam.

Pelaku berinisial DE (34) diamankan di Perairan Nongsa saat turun dari speedboat fiber usai menjemput barang bukti Sabu sebanyak 5 bungkus dalam jerigen di tengah laut. Barang haram itu disimpan dalam pampers.

Selanjutnya, polisi mengejar pelaku yang mengantar sabu dari Malaysia itu dengan speedboat. Namun karena selisih waktu, pelaku tidak bisa ditemukan.

Dari pengakuan DE, terungkap kalau Sabu tersebut akan diserahkan kepada AC (43) yang akan melakukan pertemuan di parkiran Ramayana Hotel Nagoya pada pukul 23.00 WIB. AC pun kena cokok.

Kedua pelaku mengaku, Sabu itu milik A yang akan dikirim ke Kota Surabaya, Jawa Timur. A pun masuk daftar pencarian orang (DPO).

“Sesuai dengan hasil investigasi, Sabu akan diedarkan di Surabaya dan Madura. Semoga kami bisa mengungkap lebih dalam lagi tentang sindikat ini,” tegasnya.(bl)