Er (44) dan AS (47), tersangka kasus hipnotis ditangkap polisi. Foto: ist

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Jajaran Polsek Sagulung berhasil menangkap dua pria pelaku kasus hipnotis. Keduanya berinisial Er (44) dan AS (47), kini mendekam di jeruji besi tahanan Polsek Sagulung.

Informasi diperoleh, kedua pelaku berhasil memperdayai seorang pria paruhbaya hingga mengalami kerugian puluhan juta rupiah.

Kapolsek Sagulung, AKP Yusriadi Yusuf, Senin (2/11), mengatakan, penangkapan para tersangka itu bermula pada Selasa (27/10) sekira pukul 10.30 WIB, korban Fransiscus (51) baru saja mengambil uang di anjungan tunai mandiri (ATM) yang ada di sekitar Fanindo Batuaji.

Diduga pelaku sudah memantau gerak-gerik korban. Saat keluar dari ATM, korban langsung didatangi para pelaku. Korban yang terpedaya lalu dibawa masuk ke dalam mobil yang sudah disiapkan pelaku untuk dibawa berkeliling.

Di dalam mobil itu, korban ditawarkan batu merah delima dan menyerahkan uang Rp 3,5 juta.

Selain memberikan uang, korban yang sudah berada dibawah pengaruh para pelaku menyerahkan kartu ATM. Puas menguras harta korban, pelaku menurunkan korban di sekitar Masjid Darul Gufron, Sagulung agar mengambil air wudhu. Dengan alasan batu merah delima itu bisa menyatu dengan korban.

Korban baru tersadar saat keluar dari dalam mobil dan kakinya menginjak tanah. Ia pun terperanjat saat mengetahui uang yang baru diambil dari ATM tak ada. Ternyata setelah korban mengecek uang di dalam tabungan juga sudah habis. Saldo Rp 34.129.000 lesap.

Peristiwa tersebut dilaporkan korban ke Mapolsek Sagulung. Unit Reskrim yang menerima laporan langsung melakukan penyelidikan. Dari gambar di CCTv, Unit Reskrim mengetahui identitas pelaku.

Selanjutnya pelaku dibekuk di rumahnya Bukit Palem Hill, Bukit Senyum, Kecamatan Batuampar pada Rabu (28/10) pukul 16.00 WIB. Lalu, tim opsnal menangkap 1 pelaku lagi di bilangan Pasar Tos 3000 Jodoh.

Polisi mengamankan barang bukti 1 mobil Toyota Avanza hitam BP 1265 HF, uang Rp 2.500.000, dua handphone milik korban, dua handphone milik pelaku, 10 batu merah delima, empat helai kain berwarna merah, 19 simcard dan 10 memory card. Kedua tersangka dijerat KUHP pasal penipuan.(bl)