Calon Walikota Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo saat kampanye di Tiban Centre, Kelurahan Tiban Indah, Kecamatan Sekupang, Selasa (27/10) sore.

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Calon Walikota Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo disambut penuh sukacita oleh warga di Kelurahan Tiban Indah, Kecamatan Sekupang, Selasa (27/10) sore.

Warga yang menunggu kedatangan pria yang murah senyum itu, langsung mendatanginya saat turun dari atas mobilnya.

Sore itu sesuai jadwal, Lukita melakukan kampanye dengan para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di warung Kopi Kijang, Komplek Tiban Centre.

Mantan Kepala BP Batam memberi motivasi dan semangat terhadap puluhan para pelaku UMKM di Batam, untuk dapat mengembangkan usahanya.

Kedatangan Lukita di tengah masyarakat serasa membawa ‘energi’ bagi warga dan para pelaku usaha di Batam.

Seperti yang disampaikan Ina. Pihaknya berkeyakinan Lukita bila menjadi walikota Batam akan membawa perubahan, dan perkembangan serta kesejahteraan terhadap masyarakat, khususnya pelaku UMKM di Batam.

Karena selama ini, kata Ina, hampir 10 tahun tidak ada sentra UMKM diadakan di Batam. Tidak ada pelatihan mulai dari produksi hingga bagaimana memasarkan hasil produksi.

Ia akui hingga saat ini tidak mendapat dukungan dari pemerintah daerah (Pemda). Dukungan modal usaha dan juga kredit usaha juga tidak ada.

“Saya yakin dan percaya, bila pak Lukita jadi walikota Batam, akan mampu membawa perubahan,” ujar wanita berjilbab itu yang disambut yel-yel dari warga yang hadir.

Pada kesempatan itu, warga juga mengeluhkan pengurusan KTP elektronik (e-KTP) yang sangat lamban selesainya. Ada yang selesai dalam hitungan bulan hingga 2 – 3 tahun. Padahal KTP itu fungsinya sangat vital.

Akibat e-KTP tak kunjung dicetak, mengurus perizinan usaha pun terkendala. Begitu juga saat mengurus untuk keperluan BPJS, juga terkendala karena e-KTP tak kunjung diterbitkan.

Lukita yang banyak mendapat banyak keluhan dalam sesi tanya jawab itu mengatakan, ia sudah punya program terhadap para pelaku UMKM, salah satunya tidak perlu membuat perizinan, tetapi hanya pendaftaran saja. Ia berkomitmen untuk menyelesaikan pembuatan e-KTP dalam 3 hari.

Ke depannya juga, ia akan membuat tempat pelatihan terhadap pelaku UMKM di tiap kecamatan yang terintegrasi hingga RW mulai dari cara memproduksi, packing hingga pemasarannya.

“Dan semua produk yang dihasilkan akan menjadi produk khas Batam,” ujarnya yang langsung mendapat aplaus dari para hadirin.

Dan tempat penjualan hasil produk akan dibuatkan tempat atau gedung khusus. Sehingga para wisatawan dan masyarakat gampang untuk membelinya. Selain pemasaran area lokal, juga dilakukan ke mancanegara.

Para pelaku UMKM sangat yakin dengan kemampuan Lukita dapat membawa perubahan, karena Lukita sangat memiliki kemampuan mendatangkan para investor dari luar negeri untuk menanamkan modalnya di Batam. Dan dampaknya akan terbukanya peluang lapangan kerja dan kesejahteran kepada masyarakat.

Lukita juga sangat yakin dirinya dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Batam minimal 7 persen bila ia diamanahkan menjadi walikota Batam.

Selain program UMKM, Lukita juga konsen untuk memberikan dampak yang signifikan terhadap sektor pendidikan, kesehatan dan sektor lainnya.

Mantan Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Wakil Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional ini juga memprogramkan kegiatan, pertemuan dua kali sebulan yang akan digelar di kantor walikota, untuk para pelaku UMKM di Batam.

“Sehingga dalam pertemuan tersebut bisa disampaikan keluhan atau kendala yang terjadi. Uneg-uneg juga bisa disampaikan,” ujarnya.(bl)