Warga yang terjaring razia masker di simpang Kavling Nato, Kecamatan Sagulung, Selasa (20/10) pagi. Foto: Batamlagi.com

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Tim Penanganan dan Pencegahan Covid-19 Kota Batam gabungan terdiri dari Satpol-PP Kota Batam, Ditpam, TNI-Polri terus menggelar razia. Selasa (20/10) pagi, razia masker digelar di simpang Kavling Nato, Kecamatan Sagulung.

Kabid Ketentraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) Satpol PP Kota Batam, Imam Tohari mengatakan, dalam razia ini warga yang terjaring razia langsung dilakukan rapid test.

“Ini sebagai bentuk penindakan bagi yang tidak taat protokol kesehatan dan aturan ini sudah ada dalam perwako,” ujar Imam.

Jika ditemukan warga yang reaktif, kata Imam, yang bersangkutan akan diserahkan langsung ke Dinkes Kota Batam. Namun, hasil rapid test saat ini belum diketahui hasilnya.

“Hasil pemeriksaan hari ini belum keluar, kita masih menunggu,” katanya.

Ia menegaskan, dari puluhan dilakukan razia, ada sekitar 1.000 warga yang sudah terjaring. Dan 7 di antaranya reaktif dan sudah diserahkan ke Dinkes. Razia ini sendiri akan digelar hingga Desember mendatang di seluruh Kota Batam.

Sedangkan warga melanggar protokol kesehatan ini, langsung diberi peringatan dan wajib kenakan rompi oranye bertuliskan ‘saya pelanggar protokol kesehatan Covid-19’.

Jika nantinya masih kedapatan tak memakai masker, maka sanksi selanjutnya bukan hanya rapid test saja, tapi akan disuruh kerja bakti dan bisa juga dikenakan denda sesuai perwako.

Kata Imam, hingga saat ini kepatuhan warga terhadap protokol kesehatan masih sangat minim. Padahal memakai masker untuk kebaikan bersama.

“Kesadaran warga Kota Batam masih sangat minim terkait protokol kesehatan, ini yang perlu diubah,” tutupnya.(bl)