Anggota Bawaslu Kepri, Indrawan. Foto: FB Bawaslu Kepri

PINANG (BATAMLAGI.COM) – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Kepri menemukan 4.481 data ganda di Daftar Pemilih Sementara (DPS) Pilkada Serentak 2020 yang ditetapkan KPU. Terbanyak ditemukan di Batam.

Dilansir dari Antara, anggota Bawaslu Kepri, Indrawan di Tanjungpinang, Selasa, merincikan data ganda dalam DPS itu tersebar di Batam sebanyak 3.838 identitas, Tanjungpinang 60 identitas, Bintan 46 identitas, Karimun 235 identitas, Lingga 5 identitas, Natuna 20 identitas dan Kepulauan Anambas sebanyak 274 identitas.

Dikatakannya, data invalid yang ditemukan berupa alamat RT/RW yang tidak jelas, usia atau tanggal lahir, nama yang tidak lazim dan usia di atas 100 tahun.

Pihaknya juga menemukan usia 89 orang yang masuk DPS, padahal belum mencapai 17 tahun. Ada pula sembilan nama orang yang sudah meninggal dunia masuk dalam DPS, dan 42 data anomali.

Data invalid terbanyak yang ditemukan menyangkut Nomor Induk Kependudukan dan Nomor Kartu Keluarga (NIK dan NKK). Bawaslu Kepri menemukan 2.651 data invalid dari NIK dan NKK.

Juga ditemukan 19 alamat pemilih yang tidak jelas, 411 pemilih dengan usia atau tanggal lahir yang mencurigakan, dan 129 nama yang tidak lazim.

Indrawan mengemukakan Bawaslu Kepri sudah melayangkan surat kepada KPU Kepri terkait data Tidak Memenuhi Syarat (TMS) itu. Pihaknya juga meminta KPU Kepri mencermati DPS untuk mencegah kesalahan.

“Kami minta KPU agar menelusuri memperbaiki data yang kami berikan. Selanjutnya menjaga soal akurasi, kemutakhiran, dan komprehensifnya data pemilih jelang penetapan dapat di provinsi,” pungkasnya.(ant)