Para TKI yang akan diberangkatkan secara ilegal dari Pelabuhan tikus Perairan Tanjung Uma berada di kantor polisi. Foto: ist

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Jajaran Subditgakkum Ditpolairud Polda Kepri berhasil menangkap 3 pelaku kasus pengiriman Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau Tenaga Kerja Indonesia (TKI) secara ilegal tujuan Johor, Malaysia.

Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt kepada wartawan, Kamis (8/10) mengatakan, pengungkapan kasus ini berawal dari informasi masyarakat yang melaporkan bahwa di Perairan Tanjung Uma melihat adanya kegiatan di malam hari yang mencurigakan. Diduga akan memberangkatkan TKI secara ilegal dari pelabuhan tikus Perairan Tanjung Uma.

Lalu pihaknya menindaklajuti laporan warga. Tim F1QR Ditpolairud Polda Kepri melaksanakan patroli di Perairan Tanjung Uma Batam dengan Koordinat 01 09 418 LU – 103 59 067 BT.

Tim berhasil menemukan 7 orang TKI di atas boat pancung ditutup pakai terpal yang akan diberangkatkan secara ilegal. Para TKI itu berinisial J, R, M, H, M, M, dan KJ.

Selain itu Tim F1QR Ditpolairud Polda Kepri juga mengamankan pelaku pengiriman TKI sebanyak 3 orang berinisial K sebagai juru mudi, H sebagai ABK boat pancung dan A sebagai pemilik boat pancung, serta pemberi upah kepada tekong dan ABK yang diamankan di lokasi berbeda.

Selanjutnya pelaku dan saksi beserta barang bukti dibawa tim F1QR ke Mako Ditpolairud Polda Kepri untuk dilakukan penyidikan.

Barang bukti yang berhasil diamankan adalah 1 boat pancung kayu ukuran 7 meter warna biru tua, bermesin tempel 75 PK Yamaha, 1 handphone merk OPPO warna ungu beserta kartu M3 no 085835403401, dan 1 handphone merek strawbery warna hitam les merah serta kartu simpati.

“Tersangka diancam dengan Pasal 81 jo Pasal 69 jo Pasal 86 huruf c jo Pasal 72 huruf c UU RI No 18 tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia dengan ancaman hukuman maksimum 10 tahun penjara,” tegasnya.(*/bl)