Ilustrasi pelaku kasus pencabulan dibekuk polisi. Foto: Batalagi.com

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Pria berinisial EH (40) sudah tak layak lagi dipanggil ayah, pasalnya, anak tirinya yang seharusnya dilindungi malah juga ‘dirusak’. Sudah tak terhitung, EH melampiaskan nafsu setannya kepada N (15). Sebelumnya, N juga ‘ditiduri’ teman prianya yang dikenal melalui media sosial.

Informasi yang diperoleh Batamlagi.com, sebelumnya N berkenalan dengan pria berinisial AS melalui media sosial. Dari perkenalan itu, korban diajak AS ke Pulau Buluh, Kecamatan Bulang, Kota Batam. Ibunya pun kelimpungan karena sang anak tidak diketahui keberadaannya.

Beberapa hari kemudian, korban ditemukan oleh ibu kandungnya. Ternyata selama berada di Pulau Buluh, mahkota N sudah dirusak pelaku.

Mendengar aduan korban, keluarga lantas melaporkan kasus pencabulan tersebut ke Polsek Batuaji.

Mengetahui N digauli teman dekatnya, EH malah melakukan perbuatan tak senonoh kepada N, anak tirinya itu.

Bahkan aksi itu sudah berulang-ulang dilakukan di rumahnya, rumah liar di bilangan Tanjunguncang, Kecamatan Batuaji. Parahnya lagi, aksi pencabulan ayah tiri itu diketahui oleh ibu korban.

Informasinya lagi, lima tahun lalu EH yang masih bujangan menikahi ibu korban yang merupakan janda dua anak. Dari hasil perkawinannya itu, pasangan itu dikaruniai dua anak.

Kelakuan EH akhirnya terbongkar setelah korban memberanikan diri menceritakan kelakuan bejat ayah tirinya kepada sang paman.

Mendengar penuturan korban sang paman emosi. Namun demikian masih bisa mengontrol amarahnya, lalu melaporkan ke Polsek Batuaji.

Kanit Reskrim Polsek Batuaji, Iptu Thetio Nardiyanto kepada wartawan mengatakan, mendapat laporan langsung melakukan penyelidikan. Pelaku akhirnya berhasil diamankan.

“Iya benar, sudah kita amankan pelakunya. Bahkan pelaku pertama juga sudah kita amankan,” ungkap Thetio.

Dikatakan Thetio, kasus ini masih dalam proses. Ia menyebut, jika korban tak buka mulut ke pamannya, mungkin kasus ini tak akan dilaporkan sampai sekarang. Sebab ibu korban tak mau suaminya masuk penjara dengan alasan suaminya merupakan tulang punggung keluarga.

“Tapi apapun alasannya, ini tindak pidana pencabulan anak di bawah umur. Makanya tetap kita proses sesuai hukum yang berlaku. Berkas perkaranya lagi kita rampungkan,” ujar Thetio.(bl)