Tim Penegakan Perwako 49 Tahun 2020 saat melakukan razia masker belum lama ini di wilayah Sekupang. Foto: ist

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Pjs Walikota Batam, Syamsul Bahrum mengatakan Tim Penegakan Perwako 49 Tahun 2020, tetap melakukan razia masker. Karena ini penting dalam penerapan protokol kesehatan (prokes) dalam situasi pandemi yang belum diketahui kapan berakhir.

“Karena itu, pemerintah bersama stakeholder, harus melaksanakan berbagai upaya untuk menekan penyebarannya. Baik itu upaya di bidang kesehatan, ekonomi, sosial, pendidikan dan bidang hukum,” ujar Syamsul di Gedung DPRD Kota Batam, Batamcentre, Senin (5/10).

Menurutnya, tingkat kesadaran masyarakat relatif rendah. Sehingga, upaya sosialisasi, anjuran atau imbauan dan peringatan harus dilakukan. Karena dalam beberapa kali razia, pihaknya masih mendapatkan warga melanggar prokes.

“Meskipun berbagai razia telah berbulan-bulan, siang dan malam dilakukan oleh Satpol PP didukung oleh TNI dan Polri serta pihak-pihak lainnya. Tetapi kita masih melihat terjadinya banyak pelanggaran prokes,” ujar Syamsul.

Pada kesempatan itu, Syamsul juga berencana membentuk Tim Percepatan Penanganan Proses Vaksinasi Covid-19. Tujuannya agar ada tim yang khusus menangani vaksinasi Covid-19.

“Sebelum vaksin itu muncul Pemko akan membuat satu tim. Jadi biar ada yang khusus menangani vaksin ini,” ucapnya.

Dikatakannya juga, tim ini akan melibatkan para Camat, Lurah, seluruh Kepala Puskesmas dan Posyandu.

“Tim ini yang akan petakan dari 1,3 juta penduduk Batam ini. Karena, semuanya harus divaksin tanpa terkecuali,” kata Syamsul.

Dijelaskan, tim ini nantinya tetap berada di bawah Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Kota Batam.

Ia menambahkan, pemberian vaksin ini prioritas pertama diberikan kepada petugas medis. Kemudian, prioritas kedua kepada orang tua yang rentan penyakit dan yang terakhir para pejabat.

“Tim sekarang ini preventif non vaksin. Kita sudah minta Bapelkes menyiapkan sarana pelatihan,” pungkasnya.(bl)