Jajaran Rumpun Khazanah Warisan Batam saat menggelar pertemuan. Foto: ist

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Rumpun Khazanah Warisan Batam (RKWB) Kota Batam meminta legalitas berupa sertifikat kampung tua terus dilanjutkan dan tidak dihentikan. Pemerintah dan pihak lain harus komitmen apa yang telah disepakati.

“Kami berharap pemberian sertifikat kampung tua ini tidak berhenti. Namun tetap dilanjutkan. Hal ini mengingatkan penantian panjang masyarakat yang tinggal turun menurun di kawasan tersebut,” ujar Ketua Umum Rumpun Khazanah Warisan Batam, Machmur Ismail di Gedung LAM Batam, Batamcentre, Minggu (4/10).

Dikatakan Machmur Ismail, dari 37 titik kampung yang tersebar di mainland, 3 di antaranya sudah mendapatkan sertifikat dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) yakni kampung tua Tanjungriau, Tanjungngundap, dan Seibinti.

Kemudian, sertifikasi hak pada 4 titik kampung tua, Nongsa Pantai, Tiawangkang, Telagapunggur dan Piayu Laut.

Machmur Ismail menjelaskan, pada 2020 ini ada 6 kampung tua yang diusulkan mendapatkan sertifikat, yakni Tanjunguma, Tanjung Sengkuang, Batu Merah, Tembesi, Kampung Melayu, dan Kampung Panau.

“Yang mana enam kawasan kampung ini sudah tidak ada masalah. Dan akan teralisasi. Di mana waktu lalu kami mengusulkan 10 titik, namun hanya enam titik yang disetujui,” katanya.

Machmur juga mengharapkan komitmen pemerintah setempat untuk menyelesaikan permasalahan yang ada di kampung tua. Dan menggesa pemerintah dalam mewujudkan legalitas dari sisa kampung tua yang belum mendapat sertifikat.

“Kami menggesa pemerintah untuk menyelesaikan sisa dari titik kampung tua ini. Agar di tahun 2021 mendatang semua kampung tua di Batam mendapat sertifikat,” ucapnya

Masih kata Machmur, sejak 2008, RKWB sudah memperjuangkan legalitas kampung tua ini. Sehingga, sertifikat ini sudah lama dinanti-nantikan warga kampung tua.

“Ini wujud nyata perjuangan kami. Karena ini yang kami tunggu-tunggu,” paparnya.(bl)