Ketua Bidang Kesehatan Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam, Didi Kusmarjadi. Foto: Batamlagi.com

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batam berencana menggunakan dua lokasi tempat isolasi mandiri bagi pasien terkonfirmasi positif Covid-19. Tempat isolasi itu diwacanakan di satu apartemen dan satu hotel.

“Kita sudah wacanakan buka isolasi VIP/mandiri. Ada dua lokasi yakni apartemen dan hotel,” ujar Didi Kusmarjadi, Ketua Bidang Kesehatan Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam, Senin (28/9).

Dijelaskan Didi, pasien positif yang ingin diisolasi di apartemen dan hotel tersebut harus membayar sendiri.

“VIP itu buat yang mau saja, tidak dipaksa, karena biayanya sendiri,” ujar Didi.

Dua tempat tersebut dipersiapkan, jika rumah sakit di Batam sudah penuh pasien positif Covid-19. Sementara untuk tempat isolasi gratis, disiapkan Rusun Badan Pengusahaan (BP) Batam.

Didi juga menambahkan, saat ini RSKI Covid-19 di Galang masih mampu memuat pasien Covid-19.

Nanti jika rumah sakit sudah tak bisa menampung, ada pasien yang mau menggunakan apartemen dan hotel, dipersilahkan. Seperti, karyawan swasta/ekspatriat dan golongan ekonomi ke atas.

“Keunggulan hanya di fasilitas saja. Bisa untuk golongan atas, yang tidak mau ke RSKI. Jadi kita ada opsi lain,” paparnya.

Katanya, dari sejumlah hotel dan apartemen di Batam, baru dua itu yang siap menampung pasien.

“Hotel yang mau menampung positif, tidak banyak. Memang ada beberapa hotel tidak mau. Tapi kita tawarkan hotel, daripada kosong, mending dimanfaatkan,” imbuh Didi.

Sedangkan untuk tarif isolasi mandiri di hotel, kata Didi, biayanya sekitar Rp 700-800 per hari. Biaya tersebut memang terbilang mahal, karena keunggulannya dari segi fasilitas.

“Jadi bisa untuk golongan ekspatriat atau golongan atas yang tidak mau dirawat di RSKI Covid-19 Galang,” ujarnya.

Untuk mereka yang nantinya akan isolasi mandiri di hotel, Didi menambahkan akan ada beberapa tenaga kesehatan (Nakes) yang ditempatkan di sana untuk tetap siaga, jika ada pasien yang keadaannya tidak stabil.

Hingga Minggu (27/9), dijelaskan Didi, warga positif Covid-19 tambah 34 orang dan pasien yang sembuh 33 orang. Ada 4 orang meninggal.

“Ada penambahan yang meninggal 4 orang tapi mereka dalam perawatan pada saat dinyatakan positif. Pemulasarannya seperti jenazah pasien Covid-19 sesuai prokes,” ujarnya.

Berikut Data Covid-19 Update:

Tanggal 25 September, total 1.464 kasus, meninggal 43, sembuh 942, dirawat 477, persiapan evakuasi ke rumah sakit 2, (Positif 13, sembuh 38, meninggal 0).

Tanggal 26 September, total 1.514 kasus, meninggal 43, sembuh 942, dirawat 527, persiapan evakuasi ke rumah sakit 2, (Positif 50, sembuh 108, meninggal 0).

Tanggal 27 September, total 1.548 kasus, meninggal 47, sembuh 974, dirawat 525, persiapan evakuasi ke rumah sakit 2, (Positif 34, sembuh 33, meninggal 4).(bl)