Walikota Batam, Rudi. Foto: ist

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Wacana tutup sementara dua perusahaan yakni PT Infineon Technologies Batam dan PT Philips Industries tak dilaksanakan. Meski demikian semua pekerja di perusahaan tersebut harus melakukan rapid test.

“Saya panggil Sekda (Jefridin) dan Disnaker (Rudi Sakyakirti), kita beri solusi. Saya minta semua dirapid test. Itu kan hanya sebagian (positif). Tidak mungkin pula dilockdown,” ujar Rudi, Walikota Batam.

Dikatakannya, rapid test merupakan solusi terbaik sebelum menjalani swab tes/PCR. Karena biaya untuk swab test massal cukup besar. Dan nantinya yang akan mengikuti swab tes hanya pekerja yang dinyatakan reaktif saat dirapid test.

“Kalau swab biaya besar. Karena ini kan usaha. Jadi rapid test ajalah. Kalau non reaktif, berarti aman. Yang reaktif, wajib diswab,” katanya.

Sementara itu Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam Jefridin di Hotel Travelodge Batam, Rabu (23/9), mengatakan, masih merapatkan terkait penutupan sementara dua perusahaan itu selama 14 hari.

“Hari ini kita rapat dan duduk bersama dari Tim Gugus Tugas dan Dinas Kesehatan Batam,” ujar dia.

Kata Sekretaris Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam ini, perusahaan yang mempekerjakan ribuan orang ini keberatan jika tempat usahanya ditutup meskipun dua pekan. Dan kedua perusahaan itu sudah mengirimkan surat meminta agar tempat usahanya tetap beroperasi.

Dengan permintaan perusahaan tersebut, kata Jefridin, perusahaan itu harus melakukan pemeriksaan swab massal. Jika hasil PCR-nya negatif karyawan tersebut bisa lanjut bekerja. Namun, apabila positif yang bersangkutan harus dirawat.

“Mereka (Infineon dan Philips) kirim surat semalam. Makanya kita bahas hari ini. Sebenarnya, dua perusahaan itu harus tutup sementara. Melihat banyaknya karyawan yang positif. Jadi, kita berikan opsi kepada manajemennya lakukan swab massal,” paparnya.(bl)