Suasana RSKI Covid-19 di Pulau Galang, Kota Batam. Foto: Batamlagi

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Rumah susun (Rusun) milik Badan Pengusahaan (BP) Batam direncanakan akan dijadikan tempat untuk menampung pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19. Jika rumah sakit di Kota Batam tak bisa menampung.

“Kalau tak tertampung, opsinya ke rusun BP Batam,” kata Ketua Bidang Kesehatan Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam, Didi Kusmarjadi, Rabu (23/9).

Beberapa hari kasus warga terpapar Covid-19 terus naik. Berdasarkan data Covid-19 Kota Batam, Selasa (22/9), RSKI Covid-19 Galang sudah menampung 463 pasien.

Sementara pasien lainnya yang sedang dirawat ada di RSUD EF sebanyak 52 orang, RS Awal Bros ada 36 orang, RS BP Batam 31 orang, RS Elisabeth Lubukbaja 23 orang, RS Budi Kemuliaan 14 orang.

Kemudian, RS Bhayangkara Batam 10 orang, RS Elisabeth Batam Kota 5 orang, RS Harapan Bunda 2 orang, RS Soedarsono Darmosoewito 2 orang, RS Elisabeth Sei Lekop 1 orang. Dan yang melakukan isolasi mandiri 5 orang.

Dijelaskan Didi, untuk kasus karyawan swasta, pihaknya akan merawatnya di RSKI Covid-19 Galang. “Kalau tak tertampung juga ke Rusun BP Batam,” ucap Didi.

Sementara, untuk petugas, pihaknya berencana akan menyiapkan dari tenaga medis dari RSKI Covid-19 Galang dan Puskesmas.

Katanya, kasus ini akan terus bertambah jika masyarakat tidak menerapkan protkes dalam beraktivitas.

Masih kata Didi, untuk dua perusahaan yang pekerjanya terpapar Covid-19, Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam sudah menawarkan opsi, agar kedua perusahaan itu tidak tutup, dan tetap beroperasi dan melakukan swab/PCR masal bagi karyawannya.

Nantinya, jika hasil tersebut negatif, yang bersangkutan bisa bekerja seperti biasa. Namun, apabila positif tetap dilakukan isolasi, untuk menghindari penularan ke orang lain.

“Rapid test tidak dipakai lagi untuk diagnostik. Kita sudah tawarkan opsi agar tidak tutup, semua karyawan diswab. Yang negatif bisa bekerja seperti biasa, sedangkan yang positif diisolasi,” paparnya.(bl)