Kabag Hukum Pemko Batam, Hari Murti (pakai rompi orange) dibawa petugas menuju mobil tahanan. Foto: ist

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Batam akhirnya menetapkan Kabag Hukum Pemko Batam, Hari Murti sebagai tersangka kasus dugaan gratifikasi, Selasa (15/9). Usai ditetapkan sebagai tersangka Hari langsung ditahan di Rutan Tipikor, Tanjung Pinang.

Pagi itu, Hari datang pada pukul 09.00 WIB didampingi kuasa hukumnya. Lalu menjalani pemeriksaan sebagai saksi sekitar 1 jam.

Kasi Intel Kejari Batam, Fauzi mengatakan, Hari ditetapkan tersangka berdasarkan pasal 184 dengan dua alat bukti, di antaranya keterangan saksi dan terdakwa selama pemeriksaan.

“Sesuai pasal 21 ancaman diatas 5 tahun, maka yang bersangkutan kami tahan,” ujar Fauzi.

Selain itu, penyidik juga khawatir yang bersangkutan menghilangkan barang bukti, dan melarikan diri, meski selama ini cukup kooperatif.

Dalam kasus ini, tersangka dijerat pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001, pasal 12 huruf a dan pasal 12 huruf e dengan ancaman hukuman minimal 1 dan 4 tahun.

Pantauan di kantor Kejari Batam, tampak Hari memakai rompi orange keluar dari ruang jaksa dan dikawal petugas. Ia menuruni tangga kantor berlantai 3 tersebut menuju mobil yang siap membawanya ke rutan dengan wajah menunduk.

Sebelumnya, Kejari Batam telah melakukan pemeriksaan dan pemanggilan terhadap belasan saksi dalam kasus terkait gratifikasi dari pengusaha terkait meloloskan sejumlah proyek yang ada di Pemerintahan Kota Batam.

Kejari Batam juga telah melakukan penyitaan terhadap 1 mobil Daihatsu Taft Rocky warna gelap yang diduga sebagai sarana yang digunakan dalam kasus tersebut.(bl)