SAF dan F, tersangka kasus penyelundupan burung murai batu Malaysia. Foto: ist

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Jajaran Polairud Polda Kepri berhasil menangkap penyelundup burung berinisial SAF dan F dan juga mengamankan 90 burung murai batu asal Malaysia.

Kasubditgukkum Ditpolairud Polda Kepri, AKBP Wiwit Arie Wibisono mengatakan, penangkapan tersebut berawal saat jajarannya melakukan patroli di Perairan, Batam pada Minggu (6/9) dengan menggunakan kapal Taka 3010 dipimpin oleh Ipda Ayub Peter Bernadus Sinaga T.

Di tengah perjalanan mendapat informasi dari masyarakat akan ada pengiriman burung secara ilegal dari Malaysia.

“Lalu tim dibagi dua menjadi tim di laut dan satu tim lagi di darat. Tim laut dan tim darat untuk melakukan penyisiran,” kata Wiwit.

Lalu, masing-masing tim melakukan penyisiran, untuk tim laut menyisir di Perairan Nongsa, Batu Ampar dan Sekupang. Setelah disisir tim laut tidak menemukan boat yang diperkirakan membawa burung yang dimaksud.

Sementara itu, tim darat melakukan pengecekan di Pelabuhan Tanjung Riau dan Sekupang. Saat sedang melakukan pengawasan, tiba-tiba ada mobil Toyota Calya putih dicurigai.

Tim akhirnya memutuskan dan mengecek di dalam mobil. Ternyata di dalam mobil ditemukan 7 kotak berisi burung murai batu. Setelah dihitung jumlah burung 90 ekor.

“Kita lakukan penitipan ke KSDA Batam dan dipindahkan ke penangkaran di CV Wira Petshop dengan alamat ruko YP blok B nomor 6 Sagulung Batu Aji, dengan rincian 8 ekor mati dan 82 hidup dan kita amankan juga kendaraan BP 1752 MD merek Toyota Calya warna putih,” tegasnya.(bl)