Kapolresta Barelang, AKBP Yos Guntur didamping Kasat ResNarkoba Kompol Abdul Rahman saat ekspos kasus narkotika jenis sabu. Foto: Batamlagi.com

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Lima pengedar sabu-sabu seberat 11.585,7 gram berhasil dibekuk jajaran Satnarkoba Polresta Bareng bersama tim dari Polda Kepri. Sabu sebanyak itu rencananya akan diedarkan di Palembang.

Kapolresta Barelang, AKBP Yos Guntur saat ekspos kasus pada Selasa (1/9), menjelaskan, kelima tersangka itu adalah B (43) warga Tanjung Batu, S (39) warga Tanjung Batu, YM (21) warga Bengkong dan TS (21) warga Bengkong dan J, warga Tembilahan, Riau yang diamankan di sejumlah tempat berbeda.

Dijelaskan Yos Guntur, pertama pihaknya menangkap B dan menyita satu karung beras berisi 8 paket sabu yang tersimpan dalam kemasan biskuit sebanyak 5 bungkus warna putih merek Oat Crots dan 3 bungkus warna merah merek Funmix.

B mengaku disuruh W yang masuk daftar pencarian orang (DPO) berada di Tanjung Batu untuk menjemput sabu di Pulau Terong, Kecamatan Belakangpadang yang baru datang dari Malaysia, untuk diantarkan ke Tembilahan.

Setelah menangkap B, tim langsung menuju Tembilahan untuk mengejar tersangka lain. Dari Tembilahan ditangkap S di parkiran belakang Hotel Harmoni dan YM diamankan di Simpang Hotel Harmoni.

Rencananya sabu-sabu itu akan dibawa oleh TS dan YM untuk diedarkan di Kota Palembang. Tetapi sebelum dibawa, kedua pelaku sudah diamankan.

Lalu, polisi juga mengamankan J, tangan kanan R berstatus Narapidana Lembaga Pemasyarakatan Tembilahan masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) dan merupakan otak dari pengendali peredaran sabu itu.

Namun, saat polisi mendatangi Lapas Tembilahan, R sudah melarikan diri dari Lapas saat menjalani asimilasi.

“DPO R alias pak tua ini memanfaatkan asimilasi, saat membersihkan di halaman luar Lapas melarikan diri. Hasil klarifikasi langsung bertemu dengan kepala Lapas, bersangkutan kabur dari lapas,” ujar Yos Guntur.

Para tersangka dijerat Pasal 114 (2) Jo Pasal 112 (2) Jo Pasal 132 Ayat 1 Uud RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Dengan ancaman hukuman pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun.

Masih kata Yos Guntur, para pelaku dijanjikan akan diberi upah Rp 6 juta per 1 kilogram sabu, jika berhasil sampai di tempat yang diarahkan pemilik sabu. “Tapi sebelum menerima upah sudah kita tangkap,” pungkasnya.(bl)