Kapolresta Barelang, AKBP Yos Guntur. Foto: Batamlagi.com

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Kasus penjemputan jenazah pasien terkonfirmasi Covid-19 nomor kasus 415 (R) warga Bengkong, sudah masuk tahap penyidikan. Polisi menetapkan 1 orang tersangka. Namun tidak menutup kemungkinan tersangka akan bertambah.

Kapolresta Barelang, AKBP Yos Guntur saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (27/8) mengatakan, atas kasus tersebut pihaknya sudah menetapkan tersangkanya.

“Kasus itu (415) sudah naik ke penyidikan, sudah ada kemarin kita tentukan sebagai tersangka,” kata Yos Guntur, usai menghadir rapat pembahasan Perwako tentang Penerapan Disiplin Protokol Kesehatan  di Lantai IV Kantor Walikota Batam, Batamcentre, Kamis (27/8).

Dikatakan Yos Guntur, tidak menutup kemungkinan masih ada tersangka lain terkait kasus tersebut. Karena proses hukum tersebut masih berjalan dan harus ditegakkan. Sebagai proses pembelajaran, agar masyarakat tidak mengulangi kesalahan yang sama.

Selain kasus penjemputan paksa jenazah pasien nomor 415, pihaknya juga akan menangani kasus penjemputan paksa lainnya jenazah kasus nomor 433 (YHG), laki-laki berusia 49 tahun, warga Tiban Baru. Serta pasien nomor 492 (JZ), laki-laki berusia 63 tahun, warga Kelurahan Seraya.

Pada kesempatan itu, Yos Guntur mengatakan, proses hukum tetap ditegakkan sebagai proses pembelajaran. Karena hal itu merupakan perbuatan melawan hukum.

“Semuanya sedang kami proses. Jika ada unsur pidana, segera kami tetapkan tersangka,” pungkasnya.(bl)