Pasir timah selundupan. Foto: Batamlagi.com

KARIMUN (BATAMLAGI.COM) – Jajaran Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (Kanwil DJBC) Kepri, menguber penyelundup pasir timah. Penyelundup akhirnya menyerah sesampai di perairan Malaysia.

Kakanwil DJBC Kepri, Agus Yulianto, Selasa (25/8), mengatakan, pengungkapan kasus ini diawali dengan kegiatan jajarannya saat melakukan pemantauan atas informasi, akan adanya satu speed boat yang hendak melintas di sekitar Perairan Karang Galang menuju Singapura yang diduga bermuatan pasir timah.

Ternyata benar. Tak lama kemudian, satu speed boat bermesin tempel berkekuatan tinggi itu melesat di perairan yang dimaksud. Melihat hal itu, pengejaran dilakukan Satgas Kapal Patroli BC 1410.

Mengetahui dikejar, ABK speed boat membuang barang bawaannya ke laut sembari terus melaju ke arah perairan Malaysia. Pengejaran terus dilakukan Satgas BC 1410.

Kanwil DJBC pun melakukan koordinasi dengan pihak PPM Wilayah 2 Pengerang PDRM Malaysia, agar membantu mengejar burauannya tersebut. Kapal Patroli RH24 PDRM pun ikut bergabung.

“Kapal PRDM Malaysia ikut bergabung dengan kita untuk memberikan bantuan bersama Satgas Kapal Patroli BC 1410 untuk melakukan pengejaran,” ujar Agus.

Saat pengejaran itu, speed boat penyeludup mengkandaskan diri di Perairan Pengerang Malaysia, koordinat 1°20.449′ U atau 104°8.041′ T.

Kapal Patroli RH24 PDRM pun berhasil mendekati dan menegah. Lima awak kapal yang berusaha melarikan diri berhasil dibekuk.

Lalu Satgas Kapal Patroli BC-1410 bersinergi dengan PPM Wilayah 2 Pengerang PDRM untuk memeriksa speed boat dan muatannya.

Karena penindakan terjadi di wilayah perairan Malaysia, barang bukti speed boat dan muatan pasir timah sekitar sebanyak 80 karung dengan berat masing-masing karung 50 kilogram senilai RM 650.000,00 dan ABK diproses lebih lanjut oleh PPM Wilayah 2 Pengerang PDRM.

“Pelaku diduga melanggar ketentuan di bidang kepabeanan dan imigrasi sesuai perundang-undangan yang berlaku di Malaysia,” pungkasnya.(bl)