Kakanwil DJBC Kepri, Agus Yulianto dan Pangdam I Bukit Barisan, Mayjen TNI Irwansyah,saat ekspos pengungkapan tekstil ilegal, Rabu (19/8). Foto: Batamlagi.com

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Jajaran Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Kepri berhasil mengungkap lokasi penyembunyian ribuan tekstil ilegal. Dalam pengungkapan kasus ini juga atas kerjasama dengan jajaran TNI Angkatan Darat.

Kakanwil DJBC Kepri, Agus Yulianto saat ekspos, Rabu (19/8) yang juga dihadiri Pangdam I Bukit Barisan, Mayjen TNI Irwansyah, mengatakan, pengungkapan ini bermula dari penangkapan KM CH Jaya pada 18 Juli 2020 yang membawa muatan 952 tekstil ilegal yang diduga berasal dari Batu Pahat, Malaysia, ditegah di perairan sungai Kampar.

Lalu, kasus tersebut dilakukan gelar perkara dan pengembangsn dengan kesimpulan, sebagian terduga pelaku berada atau berdomisili di Tanjung Gadai, dan masih terdapat barang bukti yang disimpan di Tanjung Gadai.

Kemudian dilakukan kegiatan intelijen dan pemetaan, selanjutnya dilakukan penggerebekan pada 16 Agustus 2020 dan ditemukan 7 titik penyimpanan tekstil yang berada di dalam hutan. Disebutkan Agus, penggerebekan dilakukan dengan bekerjasama TNI AD dibawa Komando Pandam I Bukit Barisan.

“Dari hasil pemeriksaan tersebut ditemukan tujuh titik bangunan tempat penimbunan tekstil dan 1 lokasi di hutan,” ujarnya.

Di lokasi juga ditemukan barang bukti 2.684 roll tekstil dan beberapa box spareparts mobil.

Sementara dari kasus ini 1 calon tersangka telah dibawa terlebih dahulu dengan menggunakan speed boat pada pukul 14.00 WIB dan sebanyak 1.145 roll tekstil telah diangkut dengan 1 kapal ke Kanwil DJBC Khusus Kepri pada pukul 23.00 WIB tanggal 16 Agustus 2020.

Setelah dilakukan penghitungan cepat terhadap barang pada kasus tersebut diperkirakan jumlah barang sebanyak 3.636 roll dengan nilai barang Rp 13.635.000 dan potensi kerugian negara sebesar Rp 6.603.525.945.

Disebutkan Agus, dari penggerebekan di Tanjung Gadai, juga diamankan 5 orang saksi.

“Untuk pemiliknya masih kita kembangkan, sementara untuk kasus ini masih kita kembangkan termasuk peredaran barang ilegal ini di tanah air,” tegas Agus.

Sementara itu, Pangdam I Bukit Barisan mengatakan, pengungkapan ini merupakan bentuk sinergisitas TNI dan Bea Cukai, dimana TNI juga bertugas mendukung kebijakan pemerintah.

“Ini bentuk sinergisitas TNI dan Bea Cukai, dan ini juga tugas TNI selain perang, yakni membantu tugas di sejumlah instansi pemerintahan,” tegasnya.(bl)