Kadinkes) Kota Batam, Didi Kusmarjadi. Foto: Batamlagi.com

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Tim gugus tugas Covid-19 langsung bertindak, terkait kasus pasien positif Covid-19 meninggal yang dibawa paksa pihak keluarga pada Selasa (18/8).

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Batam, Didi Kusmarjadi kepada wartawan mengungkapkan, jika pihaknya sangat menyayangkan peristiwa tersebut. Katanya, saat itu ia mendapat informasi dari pihak RS Budi Kemuliaan (RSBK) tentang adanya keluarga yang membawa paksa pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit tersebut.

“Info dari rumah sakit (RSBK) jenazah diambil paksa keluarganya. Hasilnya keluar kemarin positif,” ujar Didi, Kamis (20/8).

Karena hal ini menyangkut keselamatan semua orang, jenazah kasus nomor 415, Tn.R (65) ini seharusnya dilakukan pemulasaran secara protokol Covid-19.

“Karena sudah diambil keluarga, jenazah tidak dilakukan pemulasaran Covid-19 seperti jenazah Covid lainnya,” ungkap Didi.

Ia menyatakan, meskipun, Batam tidak masuk kategori Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), namun hal tersebut sudah merupakan tindakan pidana.

Dijelaskan, berdasarkan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan pada pasal 9, ayat pertama berbunyi setiap orang wajib mematuhi penyelenggaraan kekarantinaan kesehatan, lalu kedua setiap orang berkewajiban ikut serta dalam penyelenggaraan kekarantinaan kesehatan.

Sebelumnya tambah Didi, pihak kelurahan dan perangkat RT dan RW telah memperingati pihak keluarga dan masyarakat, tapi tidak digubris.

Karena hal tersebut, tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam bergerak cepat membawa 15 orang termasuk keluarga dan masyarakat yang ikut serta ke Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) Covid-19 di Galang.

“Hari ini langsung gerak cepat. Lima belas orang dibawa ke RSKI Covid-19 Galang. Termasuk keluarga dan provokator,” ungkapnya.(bl)