Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam, Muhammad Rudi. Foto: Batamlagi.com

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam, Muhammad Rudi menyampaikan adanya kasus Covid-19 di Batam terus bertambah. Hingga Sabtu (8/8) ada penambahan 7 orang terpapar corona. Beberapa di antaranya karyawan BP Batam, anggota Polri, buruh, mahasiswa dan P3K Pemprov Kepri.

Warga yang terpapar Covid-19 adalah warga Batam terdiri dari 3 orang perempuan dan 4 orang anak laki-laki, yakni:

Pertama, kasus nomor 344 merupakan anggota Polri. Laki-laki berinisial Tn. SEP (39), beralamat di perumahan Grand Orchid Batam Centre Kelurahan Taman Baloi Kecamatan Batam Kota. Pada, 3 Agustus lalu yang bersangkutan datang berobat ke RS Bhayangkara Batam. Dengan keluhan demam dan batuk sejak seminggu yang lalu.

Sesuai dengan keluhannya tersebut dokter melakukan pemeriksaan secara intensif dan diharuskan menjalani rawat inap di ruang isolasi rumah sakit tersebut. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan swab tenggorokan yang hasilnya diterima dan diketahui positif.

Perlu diketahui mengingat keluhan demam dan batuknya sudah teratasi yang bersangkutan oleh dokter pemeriksa diperbolehkan pulang ke rumah dengan diedukasi untuk melaksanakan isolasi mandiri sampai dengan hasil pemeriksaan swabnya keluar. Saat ini kondisi yang bersangkutan dalam keadaan stabil. Dan di karantina pada rumah sakit rujukan RSKI Covid-19 Galang.

Kedua, perempuan berinisial Ny.J berusia 65 tahun, Ibu Rumah Tangga (IRT), beralamat di perumahan Sagulung Permai Kelurahan Sagulung Kota Kecamatan Sagulung. Ia merupakan kasus baru Covid-19 nomor 345. Yang bersangkutan pada 31 Juli lalu datang berobat ke RS Graha Hermine Batam.

J mengeluh mual dan batuk sejak seminggu yang lalu. Sesuai dengan keluhannya tersebut dokter melakukan pemeriksaan secara intensif. Dan diharuskan menjalani rawat inap di ruang isolasi rumah sakit tersebut. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan swab tenggorokan yang hasilnya diterima, 3 Agustus terkonfirmasi negatif.

Dilanjutkan dengan pengambilan swab kedua yang hasilnya diterima dan diketahui pada hari ini positif. Perlu diketahui mengingat keluhan yang dialaminya tersebut sudah teratasi yang bersangkutan oleh dokter pemeriksa diperbolehkan pulang ke rumah dengan diedukasi untuk melaksanakan isolasi mandiri sampai dengan hasil pemeriksaan swabnya keluar.

Tiga, kasus nomor 346, laki-laki berinisial Tn. ARR usia 20 tahun, merupakan mahasiswa. Ia beralamat di kawasan perumahan Kartini, Kelurahan Sei Harapan, Kecamatan Sekupang. Sehubungan penyelidikan Epidemiologi (PE) Contact Tracing terhadap kontak erat dari kasus ajudan Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), di mana yang bersangkutan bersama ayahnya ikut dalam acara penyambutan Gubernur di Tanjungpinang.

Sekembalinya dari sana yang bersangkutan mengalami sedikit
demam dan batuk disertai pilek, kemudian berobat ke Puskesmas Sekupang dan direkomendasikan untuk pemeriksaan swab tenggorokan pada tanggal, 4 Agustus bertempat di RSBP Batam yang hasilnya diterima positif. Saat ini ia ditangani di rumah sakit rujukan RSKI Covid-19 Galang.

Empat, perempuan berinisial Ny.LW usia 46, karyawan BP Batam. Ia tinggal di perumahan Pondok Indah Kelurahan Taman Baloi Kecamatan Batam Kota. Ia kasus baru Covid-19 nomor 347, dan merupakan rekan sekerja dari kasus nomor 282.

Sehubungan Penyelidikan Epidemiologi (PE) Contact Tracing terhadap kontak erat dari kasus tersebut, maka yang bersangkutan pada tanggal, 28 Juli melakukan pemeriksaan RDT dengan hasil non reaktif. Kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan swab tenggorokan pada, 4 Agustus bertempat di RSBP Batam yang hasilnya positif. Ia dievakuasi di ruang perawatan isolasi pada rumah sakit rujukan RSKI Covid-19 Galang

Lima, kasus 348 merupakan, laki-laki berinisial Tn.MT usia 31 tahun, Buruh, beralamat Kost di kawasan perumahan Duta Malaka Indah Batam Centre, Kelurahan Taman Baloi, Kecamatan Batam. Di mana pada 3 Agustus diantaroleh temannya datang berobat ke RSUD Embung Fatimah Batam. Dengan keluhan demam dan batuk disertai sesak nafas sejak lebih kurang sebulan lamanya.

Sesuai dengan keluhannya tersebut dokter melakukan pemeriksaan secara intensif dan diharuskan menjalani rawat inap di ruang isolasi rumah sakit tersebut. Selanjutnya pada 4 Agustus dilakukan pemeriksaan swab tenggorokan yang hasilnya positif.

Enam, kasus 349 merupakan P3K Pemprov Kepri. Pria berinisial Tn.VD berusia 27 tahun ini bertempat tinggal di perumahan Kharisma Residence Kelurahan Belian, Kecamatan Batam Kota. Sehubungan penyelidikan Epidemiologi (PE) Contact Tracing terhadap kontak erat dari kasus ajudan Gubernur Kepulauan Riau, di mana yang bersangkutan bertugas di bidang protokoler di Gedung Graha Kepri.

Sebagai tindak lanjut dari tracing closes contact terhadap kasus ini, maka pada, 4 Agustus bertempat di RSUD Embung Fatimah Batam dilakukan pemeriksaan dan pengambilan swab tenggorokan yang hasilnya diterima dan diketahui positif. Sejauh ini kondisi yang bersangkutan dalam keadaan stabil. Selanjutnya dirujuk RSKI Covid-19 Galang.

Tujuh, kasus nomor 350, perempuan berinisial Ny.IYA usia 27 tahun. IRT ini beralamat di kawasan perumahan Kharisma Residence Kelurahan Belian, Kecamatan Batam Kota. Yang bersangkutan merupakan istri dari kasus nomor 349.

Sehubungan penyelidikan Epidemiologi (PE) Contact Tracing terhadap kontak erat dari kasus Ajudan Gubernur Kepulauan Riau tersebut yang bersangkutan pada tanggal 4 Agustus bersama suaminya bertempat di RSUD Embung Fatimah Batam melakukan pemeriksaan dan pengambilan swab tenggorokan yang hasilnya diterima dan diketahui pada hari ini positif. Dan dirujuk ke RSKI Covid-19 Galang.

Di hari yang sama perkembangan kasus Covid-19 di Kota Batam menuju trend pasien positif sembuh juga bertambah empat orang. Yakni kasus nomor 272 berinisial Ny. HMbrS warga New Tiban Housing, karyawan bank, kasus nomor 277 berinisial Tn.YEP alamat perumahan Marina Garden Marina, Security bank, kasus nomor 278 berinisial Tn.S alamat Marchelia, pelaut, dan kasus nomor 284 berinisial Tn.MdS alamat Taman Lestari Kibing, swasta.

Kasus Nomor 338 Meninggal

Pasien positif Covid-19 meninggal dunia bertambah satu yakni kasus nomor 338. Pasien ini meninggal di RS Awal Bros (RSAB), Sabtu (8/8) pukul 22.33 WIB.

“Iya benar, pasien ini meninggal tadi malam,” kata Didi Kusmarjadi, Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Minggu (9/8).

ASN-NAKES RS Provinsi Kepri ini kondisinya tidak stabil saat dirawat. Bahkan, keadaanya semakin memburuk. Untuk hasil swab tenggorokan terkonfirmasi positif pada 4 Agustus lalu. Sedangkan untuk pemulasaran jenazah tetap berdasarkan protokol kesehatan Covid-19.

“Pemulasaran jenazah tetap dilakukan sesuai dengan protokol Covid-19,” ujar Didi.

Sebelumnya Laki-laki (49) ini, pada tanggal 2 Agustus datang berobat ke UGD RS Awal Bros Batam dengan keluhan demam, batuk dan pilek disertai sesak nafas sejak tanggal 31 Juli lalu saat baru tiba di Batam dari Surabaya, Jawa Timur.

Sesuai dengan keluhannya tersebut dokter melakukan pemeriksaan secara intensif dengan pemeriksaan laboratorium dan RDT yang hasilnya diperoleh IgG dan IgM Non Reaktif.

Dilanjutkan dengan pemeriksaan Rontgen Thorak dengan kesan Pneumonia. Berdasarkan hasil pemeriksaannya tersebut dokter menegakkan Diagnosis Pneumonia + Probable Covid-19. Pasien ini menjalani rawat inap diruang isolasi rumah sakit tersebut.

Selanjutnya, 3-4 Agustus dilakukan pemeriksaan swab tenggorokan
pertama dan kedua yang hasilnya diterima dan diketahui pada hari ini dengan terkonfirmasi positif.

Berikut Data Covid-19 Update:

Tanggal 7 Agustus, total 343 kasus, meninggal 19, sembuh 256, dirawat 68 (Positif 2, sembuh 1, meninggal 0).

Tanggal 8 Agustus, total 350 kasus, meninggal 20, sembuh 260, dirawat 70 (Positif 7, sembuh 4, meninggal 1).(bl)