Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Harry Goldenhardt menunjukkan pistol dan bungkusan pakan burung.Foto: Batamlagi.com

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Jajaran Ditresnarkoba Polda Kepri yang melakukan penyamaran nyaris menjadi korban. Beruntung setelah sempat terjadi penodongan memakai pistol terhadap polisi, pelaku berinisial AK dan H berhasil dibekuk, Rabu (5/8).

Diresnarkoba Polda Kepri Kombes Pol Mudji Supriyadi di Mapolda Kepri, Kamis (6/8), mengatakan, peristiwa ini bermula saat ada laporan masyarakat, jika ada pria yang menawarkan Narkotika yang diduga sabu.

Lalu pihaknya melakukan cover buy dengan pelaku. Polisi menyamar sebagai pembeli. Pada saat dibayar, pelaku menarik senjata dari pinggang dan menodongkan pistol ke arah polisi sembari berusaha melarikan diri.

Dikatakan Mudji, pada saat itu pelaku mengarahkan senjata api genggam jenis Revolver Merek Colt Kaliber 38 kepada petugas dan tinggal menarik pelatuknya.

Namun, beruntung pelurunya macet, diperkirakan karena expired. Jadi saat ditekan tidak berfungsi.

“Saat ditarik selongsong berisi proyektil tidak mampu membakar mesiu sehingga tidak meledak,” ungkapnya.

Sehingga sempat terjadi pergumulan antara petugas Tim Opsanal subdit I dengan pelaku dan petugas berusaha merebut senjatanya. Akhirnya, berhasil diamankan.

Usai melumpuhkan pelaku, polisi mengamankan Narkotika yang diduga sabu untuk dilakukan pemeriksaan. Ternyata hasil dari pemeriksaan isinya tawas yang dikemas di plastik makanan burung merek Juara. Pelaku dalam kasus ini mengaku untuk merampok.

“Niat pelaku mengaku jual sabu dengan tujuan untuk merampok,” papar Mudji.

Selain mengamankan AK, polisi juga mengamankan H yang pada saat itu membawa badik dan membawa 2 bungkus diduga sabu yang ternyata tawas. Saat itu AK juga bareng H.

Polisi mengamankan senjata api, 5 butir peluru, 1 handphone, identitas palsu institusi negara, 1 lembar kartu senjata api palsu, 1 mobil Daihatsu Sigra BP 1650 EE.

Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Harry Goldenhardt yang juga hadir saat ekspos kasus ini mengatakan, pihaknya sangat prihatin karena masih maraknya peredaran Narkotika di wilayah Provinsi Kepri.

Ia berpesan kepada seluruh masyarakat bahwa peredaran sabu sudah luar biasa.

“Saya harap masyarakat memiliki imun terhadap peredaran. Mari kita sama-sama menolak karena Narkoba akan merusak generasi bangsa,” pesannya.

Harry menambahkan, pihak Diresnarkoba akan melimpahkan kasus tersebut ke Ditkrimum Polda Kepri, guna dilakukan pendalaman.

“Nanti untuk pelaku dan barang bukti akan kita limpahkan ke Ditkrimum untuk menindaklanjuti pendalaman kasus,” ujar Harry.(bl)