Dirkrimum Polda Kepri dan Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt saat ekspos kasus premanisme. Foto: Batamlagi.com

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Tim Jatanras Ditreskrimum Polda Kepri mengamankan 4 pelaku kasus premanisme. Mereka berinisial JIS, HY, DM dan ML. Keempatnya harus berurusan dengan pihak berwajib karena diduga melakukan pengancaman dan memasuki pekarangan rumah warga.

“Para pelaku melakukan tindakan pengancaman dan memasuki pekarangan tanpa izin pemilik rumah dan sudah meresahkan,” ujar Kombes Pol Arie Dharmanto, Dirkrimum Polda Kepri bersama Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt didampingi, Senin (3/8) sore.

Dikatakan Arie, kejadian berawal adanya telepon dari warga terkait adanya upaya teror dari 4 pelaku kepada masyarakat di Perumahan Graha Legenda Malaka Baloi Permai, Kota Batam. Masyarakat pun resah atas tindakan premanisme yang dilakukan para tersangka.

Menindaklanjuti laporan tersebut, pada Jumat tanggal 31 Juli 2020 sekitar jam 15.00 WIB, Tim Jatanras Polda Kepri bergerak cepat dan mendatangi lokasi. Tim berhasil mengamankan empat tersangka.

Harry Goldenhardt menjelaskan, peristiwa ini berawal dari keresahan korban berinisial H yang diminta untuk mengosongkan rumahnya di Perumahan Graha Legenda Malaka Baloi Permai, karena punya utang pada seseorang yang kini sedang dilakukan pemeriksaan.

“Korban disuruh untuk mengosongkan rumahnya apabila tidak bisa membayar piutangnya,” kata Harry.

Dijelaskan Harry, dari hasil penyidikan, terungkap tersangka HY pada tanggal 28 Juli 2020 menghubungi tersangka DM meminta bantuan agar menempatkan beberapa orang di rumah H. Tugasnya mengawasi rumah dari depan pintu pagar dan mendokumentasikan kegiatan penghuni rumah.

Dengan tujuan agar penghuni rumah tak nyaman, sehingga mengosongkan rumah tersebut atau membayar utangnya.

Maka, sejak 28 Juli 2020 hingga 31 Juli 2020, tersangka DM, ML, JIS berdiri sambil mengamati di depan rumah, mendokumentasi kegiatan penghuni rumah dan masuk ke dalam teras rumah dengan cara memanjat pagar yang saat itu tertutup dan tergembok.

Dalam kasus ini, polisi mengamankan barang bukti 7 handphone berbagai merek, uang Rp 150 ribu, satu tas selempang, satu lembar surat kuasa dan satu bundel foto copy akta jual beli. Para pelaku terancam hukuman 1 tahun penjara.

Para tersangka terancam Pasal 335 KUHP dengan pidana penjara 1 tahun atau denda paling banyak Rp 4.500 dan atau pasal 167 jo 55 KUHP, diancam dengan pidana penjara paling lama 9 bulan atau denda paling banyak Rp 4.500.

Harry mengimbau masyarakat untuk tidak takut melaporkan tindakan premanisme yang terjadi di lingkungannya. Apabila terjadi tindakan premanisme segera laporkan ke kantor polisi terdekat.

Dari kelakuan para tersangka ini merupakan bentuk tindakan premanisme. Pihaknya, tambah Harry, sangat tidak mentolerir tindakan premanisme di wilayah Kepri.

“Kita akan lakukan tindakan tegas terhadap upaya-upaya seperti ini. Hal ini tentu untuk memberikan kenyamanan bagi masyarakat serta investor di wilayah Kepri,” imbuhnya.(bl)