Kepala BNNP Kepri, Brigjen Pol Richard Nainggolan saat mengekspos kasus narkotika, Senin (3/8). Foto: Batamlagi.com

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Tiga orang pria berinisial M (29), T (35) dan Y (30) Warga Negara Indonesia (WNI) diamankan jajaran Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepulauan Riau. Dari tangan tersangka diamankan sabu-sabu seberat 10.462 gram.

Kepala BNNP Kepri, Brigjen Pol Richard Nainggolan, Senin (3/8) menjelaskan, penangkapan para tersangka itu berawal dari laporan pada Rabu (29/7) sekira pukul 10.00 WIB. Dimana petugas BNNP mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa akan terjadi transaksi sabu-sabu di salah satu rumah di Taman Yasmin Kebun Nomor 67. Sabu itu berasal dari Malaysia.

Sekira pukul 10.30 WIB, petugas BNNP Kepri berangkat menuju ke lokasi dan tiba sekira pukul 11.00 WIB. Lalu dilakukan pemeriksaan di rumah tersebut. Didapati seorang pria berinisial M.

Saat dilakukan penggeledahan, petugas menemukan 8 bungkus sabu di dalam tas merah dan 2 bungkus sabu yang disembunyikan di dalam kaos hitam yang terletak di atas kasur.

Berdasarkan keterangan M, kata Richard, 2 bungkus sabu-sabu itu akan diantarkan kepada seseorang bernama T yang sudah menunggu di sekitar lokasi tersebut. Selanjutnya, pihaknya melakukan control delivery (CD), dan menangkap T di dalam mobil Avanza di pinggir jalan di seberang SMA Negeri 3 Kota Batam.

Kemudian petugas melakukan test urine terhadap keduanya. Hasilnya, M negatif dan T positif mengkonsumsi metamfetamin dan Amfetamin.

Sekitar pukul 14.30 WIB, M ditelepon seseorang dari Aceh untuk mengantar 1 kilogram sabu kepada Y. Selanjutnya, pukul 17.45 WIB petugas melakukan control delivery dan menangkap Y.

“Dari hasil penggeledahan kita temukan barang bukti Narkotika jenis sabu seberat 10.462 gram dan 3 tersangka,” ungkap Richard.

Pengakuan 3 tersangka kepada petugas, bahwa mereka diupah Rp 5 juta per 1 kilogram sabu oleh pemilik barang berinisial A yang masuk daftar pencarian orang (DPO) yang berada di Malaysia.

Dijelaskan Richard, para tersangka tersebut berperan sebagai kurir dan baru pertama kali melakukan pengiriman. Dari hasil pengungkapan ini negara telah menyelamatkan 52.310 jiwa bangsa Indonesia dari bahaya Narkoba.

Petugas BNNP Kepri kembali melakukan test urine. “Dari hasil pemeriksaan urine diketahui bahwa tersangka M (negatif), T (positif), Y (positif) metamfetamin,” pungkasnya.(bl)