Ilustasi wabah virus corona. Foto: Batamlagi.com

TANJUNGPINANG (BATAMLAGI.COM)- Plt Walikota Tanjungpinang, Rahma menyebutkan, ada penambahan 37 kasus konfirmasi Covid-19 di Kota Tanjungpinang pada Sabtu (1/8). 12 dari klaster Provinsi Kepri, sisanya dari klaster Bhayangkara 19 dan warga 6.

Dalam rilisnya, Rahma menyampaikan, hal ini merupakan hasil pemeriksaan swab dengan metode PCR yang diterima dari BTKLPP Batam. Bahwa ini merupakan upaya lanjutan kegiatan tracing kontak erat kasus konfirmasi nomor 33 dan upaya penjaringan kasus baru.

Berikut ini pasien terkonfirmasi. Ada penambahan 2 kasus pada klaster Brigjen Katamso nomor 35, Ny.NL (38), pegawai di lapangan badminton, Mahakam tempat kasus nomor 31 dan 33 latihan badminton, serta kasus konfirmasi nomor 36, anak RS (11), keponakan kasus nomor 33 yang tinggal satu rumah.

Kasus nomor 37, Tn. EY (30), anggota TNI yang sedang bertugas dari Malang ke Tanjungpinang. Skrining rapid test reaktif dan dilanjutkan dengan pemeriksaan PCR dengan hasil positif Covid-19.

Kasus nomor 38, Ny. RA (32), guru SD honorer, beralamat di Tanjung Unggat tidak ada riwayat bepergian. Namun karena mempunyai keluhan demam, batuk, pilek, sakit tenggorokan dan sesak sehinga pasien berobat dan dirawat di RSUD tanjungpinang. Rapid test reaktif, dilanjutkan dengan swab yang hasilnya dinyatakan positif Covid-19 pada pemeriksaan PCR.

Lalu, penambahan 19 kasus konfirmasi Covid-19 yang merupakan lanjutan dari klaster Bhayangkara di Batam yaitu kasus nomor 39 Tn. UP (25), kasus nomor 40 Tn. AY (36), kasus nomor 41 Tn. AW (23), kasus konfirmasi nomor 42 Tn. AA (37), kasus konfirmasi nomor 43 Tn.SS (38), kasus konfirmasi nomor 44 Tn.MC (40), kasus konfirmasi nomor 45 Tn.RR (33), kasus konfirmasi nomor 46 Tn. Jw (57), kasus konfirmasi nomor 47 Tn.MA (28), kasus konfirmasi nomor 48 Tn. Ja (34), kasus konfirmasi nomor 49 Tn. MY (24), kasus konfirmasi nomor 50 Nn. NF (23), kasus konfirmasi nomor 51 Tn. LS (46), kasus nomor 52 Tn. RS (35), kasus konfirmasi nomor 53 Ny.MA (24), kasus konfirmasi nomor 54 Tn. RB (35), kasus konfirmasi nomor 55 Tn.Su (41), kasus konfirmasi nomor 56 Tn. GP (25), kasus konfirmasi nomor 57 Tn, So (43).

Adapun kasus konfirmasi Covid-19 klaster Pemerintah Provinsi Kepri (Pemprov Kepri) ada 12 orang yang merupakan rangkaian dari acara pelantikan Gubernur Kepri, Isdianto sepulang dari Jakarta tanggal 28 Juli lalu.

Mereka adalah; Kasus nomor 58 (Tn. Sy, 43 tahun, nomor 59 (Tn.HU, 23 tahun), nomor 60 (Ny.RR, 25 tahun), nomor 61 (Tn. DP, 27 tahun), nomor 62 (Ny. WH, 39 tahun), nomor 63 (Tn.HA, 49 tahun), nomor 64 (Tn.AA, 40 tahun), nomor 65 (Tn.BH, 54 tahun), nomor 66 (Ny. FA, 36 tahun), nomor 67 (Tn.SM, 65 tahun), nomor 68 (Tn.As, 32 tahun) dan nomor 69 (Tn. Is, 59 tahun).

Kasus nomor 70, seorang perempuan Ny.Mu, usia 57 tahun, seorang ibu rumah tangga. Pada pertengahan bulan Juli 2020 sempat dirawat di RSAL untuk melakukan transfusi darah yang sering dilakukannya.

Namun pada tanggal 24 Juli 2020 pasien ini pingsan dan sesak nafas, dilakukan rapid tes reaktif dan dilanjutkan dengan pemeriksaan swab
hidung tenggorokan hasil PCR positif pada tanggal 1 Agustus 2020. Pasien beralamat di Jalan Pramuka kelurahan Tanjung Ayun Sakti.

Kasus nomor 71 adalah laki-laki Tn.BS (19, alamat Jalan Pramuka yang bekerja di yayasan, yang pada minggu kedua bulan Juli melakukan perjalanan untuk keperluan tugas ke Pekanbaru selama 3 hari. Pasien mengikuti skrining rapid test pada tanggal 26 Juli 2020 dengan hasil reaktif.

Keesokan harinya dilakukan swab dua hari berturut-turut, dan hasil PCR dinyatakan positif pada hari ini tanggal 1 Agustus 2020.

Rahma mengingatkan kepada seluruh masyarakat, dunia usaha, tempat ibadah, pasar, swalayan, perkantoran dan seluruh tempat-tempat yang membuat adanya penumpukan massa agar senantiasa melaksanakan upaya-upaya pencegahan penularan Covid-19.

“Selalu memakai masker bila keluar rumah, menjaga jarak (tidak ada kontak fisik, tidak bersalaman, jarak minimal 1 meter) dan sesering mungkin mencuci tangan dengan sabun,” imbuhnya.(bl)