Kepala Badan Pengusahaan Batam, Muhammad Rudi. Foto: Batamlagi.com

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Dua oknum pegawai Badan Pengusahaan (BP) Batam berinisial A dan ALH dibekuk Tim dari Subdit II Ditreskrimum Polda Kepri pada Rabu (29/7). Diduga keduanya memalsukan faktur Uang Wajib Tahunan (UWT).

Tim yang langsung dipimpin Wadir Reskrimum Polda Kepri, AKBP Ruslan Abdul Rasyid, mengamankan pelaku yang merupakan oknum pegawai BP Batam di salah satu bank swasta di Batam.

Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Harry Goldenhardt, mengatakan, tim mengamankan pelaku saat akan melakukan transaksi untuk pembayaran UWT.

Dikatakan Harry, pembayaran UWT dengan surat palsu atau faktur palsu tersebut senilai Rp 2,8 miliar. Dan pelaku meminta kepada korban di salah satu perusahaan di Kota Batam sebesar Rp 12 miliar.

Dirreskrimum Polda Kepri, Kombes Pol Arie Dharmanto mengatakan, terhadap kasus tersebut, pihaknya masih terus melakukan penelusuran.

“Saat ini kita dari Ditreskrimum Polda Kepri masih terus melakukan pengembangan dan penyelidikan lebih lanjut,” kata Arie.

Terkait dua orang oknum pegawai BP Batam tersebut, Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Muhammad Rudi menegaskan, bila terbukti secara hukum pelaku bersalah, maka sanksinya adalah pemecatan.

“Sanksi tegasnya pemecatan,” tegas Rudi di Dataran Engku Putri, Rabu (29/7).

Atas kelakuan anak buahnya itu, Rudi juga menyayangkan tindakan yang tergolong berani tersebut. Ia juga mengatakan, informasi penangkapan tersebut sudah ia ketahui, tapi belum mendetail.

“Saya belum tahu ini. Siapa orangnya. Detail seperti apa,” imbuhnya.(bl)