Dirkrimum Polda Kepri, Kombes Pol Arie Dharmanto saat mengekspos kasus pencurian dan pemberatan. Foto: Batamlagi.com

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Dua pelaku spesialis pembobol rumah kosong, Melki Sesek dan Fernando Tomi dibekuk jajaran Ditreskrimum Polda Kepri. Tak tanggung-tanggung sudah 40 lokasi dibobol residivis ini. Masing-masing kaki begundal ini pun ‘dihadiahi’ timah panas.

Dirkrimum Polda Kepri, Kombes Pol Arie Dharmanto mengatakan, tertangkapnya pelaku berawal dari laporan warga Mediterania pada Rabu (15/7). Pelaku kehilangan dokumen, kamera Eos M5, laptop merek HP, ATM, serta Rp 1 juta.

Dijelaskan, saat korban tidak berada di rumah menerima laporan SMS banking masuk ke selulernya. Dilaporan itu tertera ada penarikan tunai 3 kali melalui rekening korban. Korban pun kaget karena ATMnya ada di rumah. Lalu bergegas pulang.

Sesampai di rumah korban semakin kaget, melihat pintu rumahnya terbuka. Barang-barang berharganya hilang. Total kerugian Rp 30 juta.

Berdasarkan laporan korban, tim Ditreskrimum langsung bergerak ke lapangan.Diperoleh ciri-ciri pelaku. Keberadaan pelaku pun terlacak. Saat berada di pujasera Avava, Jodoh, kedua pelaku dibekuk.

Saat dimeminta menunjukan barang bukti, pelaku mencoba melawan dan kabur. Tak ingin buruannya menghilang, polisi terpaksa menembak kaki para pelaku.

“Sudah kita coba peringatkan tiga kali. Karena berusaha melawan dan kabur kita lakukan tindakan tegas,” tegas Arie.

Barang bukti juga berhasil diamankan berupa 41 seluler, 1 motor, 2 laptop, obeng, pisau, tang, kunci gembok.

Dijelaskan Arie, dalam beraksi kedua pelaku terlebih dahulu mengintai rumah. Saat rumah target kosong, pelaku beraksi dengan membawa sejumlah peralatan.

“Kalau kepergok pelaku pura-pura mengaku mencari temannya. Pengakuannya 40 kali tidak menutup kemungkinan lebih. Kita sudah dapatkan 7 LP (laporan polisi),” tandasnya.(bl)