Kapolsek Batuaji, Kompol Jun Chaidir, saat ekspos kasus prostitusi online yang melibatkan anak di bawah umur, Selasa (28/7). Foto: Batamlagi.com

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Dua pria berinisial RS (19) dan ML (21) dibekuk jajaran Polsek Batuaji. Keduanya ketahuan menjajakan anak di bawah umur kepada lelaki hidung belang via online. Yang cukup mencengangkan adalah status pekerja seks komersial (PSK) berumur 15 tahun dan masih aktif bersekolah.

Kapolsek Batuaji, Kompol Jun Chaidir, saat ekspos, Selasa (28/7) siang, mengungkapkan, penangkapan bermula dari informasi masyarakat yang mengabarkan adanya aktifitas prostitusi di kawasan Mitra Mall, Batuaji.

Selanjutnya, pihaknya melakukan penyelidikan di lapangan. Diputuskan pada Rabu (22/7) sekitar pukul 20.30 WIB, polisi menyamar sebagai pemesan.

Para pelaku pun melakukan transaksi seperti biasa. RS dan ML tak berkutik saat mengetahui penyamaran polisi. Saat itu juga diamankan anak di bawah umur berinisial DN yang berada di kamar wisma kawasan Mitra Mall, Batuaji. DN masih berumur 15 tahun dan masih aktif bersekolah.

“Dalam kasus ini, dia (DN) menjadi korban eksploitasi anak,” ujar Jun Chaidir.

Dalam kasus ini diamankan 2 ponsel dan uang Rp 1 juta. Dari keterangan sementara, dua pelaku mengaku sudah beraksi sejak awal 2020.

Wanita yang dipekerjakan para pelaku, kata Kapolsek, sudah puluhan orang. Hanya saja para korban sudah ada yang pulang kampung. Dua pelaku ini dikenakan Undang-Undang Perlindungan Anak dengan ancaman 10 tahun penjara.

Bila korban mendapatkan tamu, maka pelaku akan memotongnya dan sebagian uang diberikan kepada korban. “Sekali shortime Rp 500 ribu. DN dibayar Rp 200 ribu dan sisanya akan dibagi dua oleh pelaku,” ungkap Kapolsek.

Kepada wartawan yang mewawancarainya, pelaku RS mengaku sudah mengetahui keinginan para kebanyakan pria hidung belang. Yang hanya akan mencari wanita muda dengan harga mahal.

Ia pun mau melakoninya. Karena sudah menganggur, ia pun melakukan bisnis terlarang itu. Untuk hasil dari bisnis esek-esek itu digunakan untuk membiayai kebutuhan sehari-harinya. “Untuk biaya hidup sehari-hari pak,” pungkasnya.(bl)