Seorang badut saat joget di Simpang Fly Over Laluan Madani. Foto: Batamlagi.com

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Puluhan gelandangan hingga badut atau Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) diamankan jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bersama Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsospem) Kota Batam, Sabtu (25/7) malam.

“Karena mengganggu ketertiban umum. Makanya, perlu ada tindakan penertiban, dan edukasi kepada mereka,” ujar Hasyimah, Kepala Dinsospem Kota Batam, Minggu (26/7).

Dikatakannya, pihaknya mengamankan 28 orang PMKS sesuai Peraturan Daerah (Perda) Nomor 6 Tahun 2002 tentang Ketertiban umum. Para PMKS seperti pengamen, mengemis, hingga badut itu diamankan karena mengganggu pengguna jalan.

Dirincikan, dari 28 PMKS itu terdiri dari 9 pria dewasa, 8 wanita dewasa, 5 anak laki-laki dan 6 anak perempuan. Semua dibawa ke Nilam Suri untuk diberikan pengarahan dan edukasi.

Kepala Satpol PP Kota Batam, Salim mengatakan, tujuan kegiatan patroli tentunya adalah agar Kota Batam bebas dari pengamen dan pengemis di persimpangan jalan. Sehingga diharapkan bisa menciptakan dan memberikan kenyamanan bagi seluruh pengguna jalan.

Katanya, patroli rutin tersebut dimulai sekitar pukul 19.30 WIB, melibatkan tim dari Kecamatan Batam Kota dan Kecamatan Lubukbaja. Lokasi yang didatangi di antaranya; Simpang Ikan Daun Batam Center, Simpang BNI Galael, Simpang Fly Over, Simpang Tiga Baloi, simpang Baloi Center, simpang Apartemen Harmoni, dan di Simpang Martabak Har, Nagoya.(bl)