Tim Macan Polresta Barelang saat mengamankan Wirianto (27) pelaku kriminal di Batam diamankan polisi. Foto: Ist

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Demi membangun rumah di kampung, begundal ini melakukan aksi kejahatan di Batam. Puluhan pengendara motor yang merupakan pelajar dan anak-anak berhasil diperdaya. Handphone korban dibawa kabur.

Namun, sebelum melancarkan aksinya kembali, pelaku bernama Wirianto (27) itu berhasil dibekuk Tim Macan Polresta Barelang pimpinan Kasat Reskrim. Pelaku Ditangkap di Kawasan pusat perbelanjaan Lytech, Bengkong, pada Selasa (21/7) malam.

Untuk memuluskan aksinya, pelaku mengaku polisi. Saat melihat pelajar yang tidak pakai helm pelaku langsung mengejarnya dan menghentikannya. Ia lalu berpura-pura hendak menilang pelajar dan anak-anak yang berkendara yang tak memakai helm ataupun berbonceng tiga.

Bukan surat tilang yang diberikan, tapi pelaku mengambil telepon seluler (Ponsel) korban sebagai jaminan. Pelaku beralasan agar handphonenya diambil di kantor polisi.

Kasubbag Humas AKP Betty Novia menjelaskan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari laporan tertanggal 20 Juli 2020 atas nama Nurul Huda (18) yang menjadi korban di Pintu 2 Bisa Ayu, Sei Beduk. Pelaku yang hanya berpura-pura menyita handphone korban mengaku sebagai anggota Polri.

Korban saat itu tidak memakai helm, maka korban dibawa oleh tersangka ke Pintu 2 Bida Ayu dengan menggiring sepeda motor dari arah belakang. Setiba di pintu 2 Bida Ayu, pelaku meminjam HP merek Vivo dengan alasan untuk menyambung data GPS.

Lalu pelaku membawa handphone dan menyuruh korban dan saksi menunggu sekitar 5 menit. Ternyata tersangka membawa lari handphone dan meninggalkan korban dan saksi.

Karena banyaknya laporan masyarakat, Unit Reskrim Polresta Barelang di bawah Pimpinan Kasat Reskrim langsung menyelidikinya di lapangan. Pada Selasa 21 Juli 2020 pukul 17.00 WIB, polisi mendapat informasi bahwa pelaku berada di Pinggir Jalan Simpang Bengkong Sadai. Polisi bergerak cepat. Sekitar pukul 19.42 WIB pelaku berhasil diamankan.

Ketika pelaku menunjukkan tempat pembuangan barang bukti di wilayah hukum Polsek Batam Kota, pelaku melawan dan mencoba melarikan diri.

“Sehingga petugas memberikan peringatan sebanyak 3 kali tembakan. Akan tetapi tidak diindahkan, bahkan tetap mencoba melarikan diri. Petugas memberikan tindakan tegas dan terarah terhadap pelaku selanjutnya dibawa ke Mako Polresta Barelang,” ujarnya.

Turut diamankan barang bukti 14 ponsel, 1 motor merek Honda Beat, 1 celana dinas PNS, sepasang sepatu PDL warna hitam.

Tersangka yang ditanya wartawan mengakui perbuatannya. Ia pun sudah tak ingat berapa ponsel yang diembat dari para korban. Usai memperdayai korbannya, ia menjual hasil kejahatannya itu mulai Rp 400 ribu hingga Rp 500 ribu.

Tersangka juga mengaku baru sebulan di Batam. Nantinya kalau sudah banyak uang dari hasil menjual ponsel, ia akan kembali ke kampung halaman untuk membangun rumah.

Meski belum banyak mengenal jalan di Batam, bila melihat ada target ia langsung mengubernya.

Dimana saja daerah operasinya? “Saya tidak tahu nama daerah di Batam ini, karena baru datang. Jadi sistem saya keliling saja mencari sasaran. Kalau jumpa anak-anak yang berkendara tidak mengenai helm, saya hentikan,” akunya.

Kemudian si target diambil ponselnya dan disuruh mengambilnya di kantor polisi. Sedangkan korban ditinggalkan di pinggir jalan.

Uangnya digunakan untuk apa? “Saya mau cari uang untuk bangun rumah di kampung,” kata pelaku yang mengaku baru 3 hari beraksi.(bl)