Pelaku kasus penipuan berkedok investasi saat diamankan polisi. Foto: Batamlagi.com

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Bermodus investasi, pria berinisial V ini berhasil memperdayai 11 korbannya hingga Rp 12 miliar. Karena perbuatannya itu V dibekuk polisi setelah menerima laporan dari para korban.

Pelaku berhasil dibekuk jajaran Direktorat Kriminal Umum (Ditkrimum) Polda Kepri di Manado Sulawesi Utara. Salah seorang korban berinisial DS yang melapor ke Polda Kepri pada Juni lalu mengakuĀ  tertipu hingga Rp 396 ribu dolar atau sekitar Rp 4 miliar.

Wadirkrimum Polda Kepri, AKBP Ruslan Abdul Rasyid, mengatakan, untuk memperdayai korbannya, V mengiming-imingi dengan mengajak para korban berinvestasi penukaran pecahan uang 50 dolar, minimal 1.000 dolar.

“Para korban jika berinvestasi 10 ribu dolar atau Rp 100 juta dijanjikan Rp 1 juta per hari,” ujar Ruslan, Rabu (22/7).

Dikatakan Ruslan, awalnya korban dibayar dengan cara poin yang dibayarkan kepada korban pertama dari korban kedua. Dan seterusnya yang dibayarkan setiap hari kecuali hari minggu. Tapi korban hanya beberapa kali saja menerima keuntungan selanjutnya tak dibayar.

Rata-rata korban, kata Ruslan, terbujuk rayuan pelaku yang hanya lulusan kelas 6 SD dan sudah 15 tahun bekerja di money changer. Para korban semakin percaya karena sudah lama mengenal pelaku dan mengaku jika pemilik money changer merupakan saudaranya.

“Korban percaya karena sudah lama kenal dan (Pelaku) mengaku ipar dari pemilik tempat dia bekerja,” ujarnya.

Ruslan menjelaskan, dalam kasus ini tidak ada keterlibatan dengan pemilik money changer, namun pihaknya tetap menyelidikinya. Sedangkan uang dari hasil kejahatan itu digunakan untuk kepentingan pribadi dan kepentingan keluarga pelaku.

“Digunakan untuk membayar poin, mentransfer istri, bayar utang, untuk kepentingan pribadi untuk judi,” ungkapnya.(bl)