Jajaran KPPBC Tipe Madya Tanjungbalai Karimun saat mengekspos kasus penyelundupan ribuan rol kain tekstil. Foto: Batamlagi.com

KARIMUN (BATAMLAGI.COM) – Jajaran Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea Cukai (KPPBC) Tipe Madya Tanjungbalai Karimun kembali melakukan penegahan. Kali ini sebanyak 3.395 rol kain gulungan berhasil diamankan. Ditaksir ribuan rol kain itu bernilai Rp 13 miliar lebih.

Kepala KPPBC TIpe Madya Tanjungbalai Karimun, Agung Marhendra Putra, Senin (20/7) di ruang pertemuan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea Cukai (Kanwil DJBC) Kepri menjelaskan, pihaknya berhasil menggagalkan upaya penyelundupan tekstil itu pada Selasa (14/7).

Dijelaskan, tekstil itu diangkut dengan KM Karya Sakti. Saat itu kapal tersebut berada di sekitar perairan Pelawan Tanjung Balai Karimun. Saat ditegah, ribuan rol kain yang dimasukkan dalam kapal kayu yang disamarkan dengan ditutupi 46 kasur busa.

Dan kapal tersebut telah dalam keadaan tanpa ABK. Sementara tekstil yang dalam gulungan tersebut ditinggalkan begitu saja beserta kapal.

“ABK Kapal dan nakhoda saat itu sudah tidak ada lagi alias telah kabur dari atas kapal saat kita amankan,” ujar Agung.

Dijelaskan Agung lagi, saat ini pihaknya masih melakukan penelusuran mendalam terkait asal barang dan tujuan barang tekstil tanpa dokumen itu. Pihaknya juga masih menyelidiki siapa pemilik kapal dan nakhoda kapal tersebut. Dengan aksi penyelundupan ini negara dirugikan sekitar Rp 4 miliar lebih.

“Masih kita dalami, dari mana asal barang, hingga kemana akan dibawa. Yang jelas barang tersebut bukan dari Kepri, karena di Kepri tak ada pabrik tekstil,” tegasnya.(bl)