Threesome. Foto ilustrasi

CIANJUR (BATAMLAGI.COM) – Peristiwa suami menjual istrinya kepada pria hidung belang kembali terjadi. Pria berinisial EY (48) ini ketahuan menjual istri yang usianya setengah abad dan ditangkap jajaran Satreskrim Polres Cianjur, Jawa Barat di salah satu penginapan di Jalan Raya Cibeber-Cianjur.

Kapolres Cianjur AKBP Juang Andi Priyanto di Cianjur, mengatakan, kasus prostitusi online tersebut terungkap setelah timsus Satreskrim Polres Cianjur melakukan razia di penginapan yang berada di wilayah Kecamatan Cilaku itu. Di salah satu kamar penginapan tersebut ditemukan tiga orang, terdiri dari dua orang pria dan seorang wanita.

“Saat dimintai keterangan, diketahui mereka pasangan suami istri dan tamu yang minta dilayani. Mereka berada di dalam kamar tersebut, setelah memesan melalui jejaring sosial,” katanya ujar Juang, Sabtu (18/7).

Dijelaskan, setelah sepakat pasangan suami istri tersebut, mendatangi pemesanan dan suaminya ikut tinggal di dalam kamar penginapan.

Saat diperiksa polisi, pasangan suami istri yang sudah lanjut usia itu mengaku, mereka sudah lama melakukan praktik prostitusi. Mereka memberikan berbagai pelayanan yang diminta pemesan, bahkan keduanya tak risih ketika harus melakukan hubungan suami istri bertiga (threesome) dengan tamunya.

Modusnya, tersangka EY mempromosikan korban atau istrinya melalui aplikasi media sosial MiChat. Jika ada yang berminat EY langsung berkomunikasi lewat aplikasi. Bila pelanggan setuju, istrinya langsung dibawa ke penginapan untuk melayani pemesan, baik secara normal atau bertiga sekaligus.

Juang menjelaskan untuk tarif tersangka EY mematok harga Rp 400 ribu untuk sekali kencan, namun dari tarif tersebut, tersangka EY meminta bagian Rp 100 ribu dari satu kali transaksi pada istrinya.

Ditambahkan, Kasat Reskrim Polres Cianjur AKP Anton, dalam kasus ini, pihaknya mengamankan barang bukti dua ponsel, uang Rp 1 juta, dua kondom dan KTP tersangka.

“Pasal yang diterapkan adalah pasal 2 dan atau pasal 10 UU RI 21 tahun 2007, tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang dan atau pasal 296 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara,” ujar Anton.(jpnn)