Ilustrasi bilik swab mandiri. Foto: Ist

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Provinsi Kepri, yang juga Sekretaris Daerah (Sekda) Pemprov Kepri, TS Arif Fadillah merasa lega atas sampainya alat walking through booth (bilik swab mandiri) di Batam, Provinsi Kepri.

“Saya lega sekali dan sekaligus mengucapkan terima kasih kepada Kepala BNPB, Pak Doni yang telah mengabulkan permohonan Kepri atas permintaan bilik swab mandiri ini. Kita berharap bilik swab mandiri ini bisa membantu Pemprov Kepri dalam Percepatan dan Penanganan Covid-19,” tutur Arif, Sabtu (11/7).

Arif mengucapkan terima kasih tak terhingga kepada pemerintah pusat melalui Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letnan Jendral TNI Doni Monardo, yang telah memenuhi permintaan Pemprov Kepri untuk memberikan satu bilik swab mandiri.

Hal itu disampaikan Arif sesaat setelah mendengar informasi dari Kepala RSKI Pulau Galang, DR dr Kolonel Khairul Ikhsan Nasution, SpBS bahwa bilik swab mandiri tersebut sudah sampai di RSKI (Rumah Sakit Khusus Infeksi) Covid-19 di Galang dan bahkan telah terpasang dengan baik.

Menurut Arif, dengan telah dimilikinya alat PCR ini, maka hasilnya dapat diketahui dengan cepat dalam hitungan jam tanpa harus menunggu berhari-hari lagi.

Sementara itu, Kepala RSKI Pulau Galang, DR dr Kolonel Khairul Ikhsan Nasution, SpBS juga mengucapkan terima kasih atas perhatian Pemprov Kepri untuk RSKI Pulau Galang dalam percepatan penanganan Covid-19. Atas usaha Pemprov Kepri, RSKI akhirnya punya alat tes PCR sendiri, berupa bilik swab mandiri.

“Saya bersyukur sekali dan sekaligus mengucapkan terima kasih atas usaha yang telah dilalukan Pemprov Kepri. Sampaikan salam hormat saya kepada Pak Gubernur Kepri Bp. H. Isdianto. Saya salut dengan perhatian beliau ke RSKI Galang ini,” ucap Kolonel Khairul.

Menurut Kolonel Khairul, dengan bilik ini hasil swab hanya butuh waktu 6 jam untuk mengetahui seseorang terpapar virus Covid-19 atau tidak.

Bilik swab mandiri tersebut juga bisa melayani puluhan bahkan ratusan pasien. Sekali proses bisa 32 sampel diselesaikan dalam labor.

Dalam keterangannya, Kolonel Khairul menyebutkan, satu-satunya rumah sakit yang memiliki Polymerase Chain Reaction (PCR) atau bilik swab mandiri saat ini di Provinsi Kepri hanya RSKI Pulau Galang. Selain sangat aman dalam pengambil sampel dahak tenggorokan hidung pasien, juga mempersingkat hasil test swab.(*/bl)