Para medis bersiap-siap mengevakuasi jenazah WNI dari atas kapal ikan berbendera Cina. Foto: Batamlagi.com

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Kapolda Kepri, Irjen Aris Budiman di Mako Lanal Batam mengatakan, diduga jenazah yang ditemukan di dalam freezer di kapal ikan berbendera Cina itu, korban penganiayaan hingga meninggal dunia.

“Sehingga, dugaan kami kedua kapal ini salah satunya merupakan tempat dilakukannya penganiayaan. Dan kapal lainnya sebagai saksi yang mengetahui kejadian tersebut,” ujar Aris Budiman, Rabu (8/6).

Menurut Aris, seperti pengalaman sebelumnya, sebagian besar Tenaga Kerja Inonesia (TKI) yang bekerja di kapal ikan asing itu diperlakukan secara tidak manusiawi. Dan berdasarkan dokumen, untuk mereka bekerja sering dipalsukan dan tidak benar isinya.

Dijelaskan Kapolda, saat menerima informasi, pukul 06.00 WIB ia memerintahkan jajaran Direktorat Polisi Perairan dan Udara Polda Kepri untuk bergabung melakukan deteksi. Mencari kapal yang dimaksud, termasuk juga helikopter ikut bergabung melakukan pencarian melalui udara.

Dan berdasarkan pengalaman, bahwa anggota rawan sekali terkena serangan.

“Untuk itu kami saling bersinergi, saling membantu dalam mengamankan kapal ini, termasuk juga tim Brimob kita terjunkan,” paparnya.

Aris mengatakan, tempat kejadian perkara (TKP) dugaan penganiyaan hingga menyebabkan meninggal dunia ini terjadi di bawah wilayah yurisdiksi Indonesia. Dan yang dianiaya adalah WNI walaupun dia bekerja di kapal asing.

Sehingga kewenangan itu ada di aparat kepolisian termasuk juga di TNI AL dan Bakamla. Termasuk aparat Indonesia lainnya dapat melakukan tindakan hukum.

“Kapal ini kurang lebih sudah berlayar selama tujuh bulan bertolak dari Singapura ke Argentina (mencari cumi). Dan begitu melewati perairan kita langsung dilakukan penyergapan dengan seluruh aparat yang ada di laut,” tegasnya.(bl)