Jajaran Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Kepri saat ekspos handphone black market, Jumat (10/7). Foto: Batamlagi.com

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Jajaran Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Kepri mengamankan 2.389 handphone berbagai merek. Polisi juga mengamankan pemilik berinisial A, warga Taman Nagoya Indah, Kecamatan Lubukbaja, Kota Batam.

Wadirkrimsus Polda Kepri, AKBP Nugroho Agustiawan, saat ekspos Jumat (10/7), mengatakan, pelaku memperdagangkan handphone tanpa sertifikasi dari Kemenkominfo.

“Handphone ini diperoleh dari Cina (Black Market) dengan melalui jasa pengiriman BZ,” ujar Nugroho.

Dikatakan Nugroho, penangkapan itu berawal dari informasi warga yang mencurigai ruko yang dijadikan gudang penyimpanan handphone di Ruko Taman Nagoya Indah Blok A4 No 3, Kecamatan Lubukbaja Kota.

“Berdasarkan informasi pada tanggal 2 Juli 2020, kita lakukan penyelidikan. Ternyata benar, kita temukan barang handphone dan pemilik tidak bisa menunjukkan surat sertifikasi Kemenkominfo,” imbuhnya.

Dari hasil pengakuan A, handphone itu sudah dijual ke 18 konter dan toko handphone di beberapa pusat elektronik Kota Batam.

Handphone yang diamankan adalah Nokia 8110 sebanyak 150 unit, Nokia 2720 sebanyak 410 unit, Nokia 1280 sebanyak 1.340 unit, Samsung E 1272 sebanyak 470 unit dan Lenovo A7000 plus sebanyak 9 unit.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat pasal 52 junto pasal 32 ayat (1) Undang-Undang Nomor 36 Tahun 1999 dengan penjara paling lama 1 tahun dan atau denda paling banyak Rp 100 juta.

“Atas penjualan handphone yang dilakukan A negara mengalami kerugian Rp 600 juta, akibat tidak membayar pajak,” tegasnya.(bl)