Petugas medis memakai APD saat mengevakuasi jenazah WNI yang ditemukan di dalam kotak pendingin kapal ikan berbendera Cina. Foto: Batamlagi.com

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut (AL) Lanal Batam dan Polda Kepri menangkap 2 kapal berbendera Cina, yakni kapal ikan Lu Huang Yuan Yu 118 dan Lu Huang Yuan Yu 117, Rabu (8/7). Ditemukan jenazah WNI di dalam freezer kapal.

Kedua kapal itu diamankan di Lanal Batam, setelah berhasil dikepung tim gabungan yang melibatkan Ditpolairud Polda Kepri, Bakamla RI, Bea Cukai dan KPLP.

Komandan Lantamal (Danlantamal) IV Tanjungpinang Kolonel Laut (P) Indarto Budiarto mengatakan, penangkapan ini berawal dari laporan pihak keluarga yang menyampaikan adanya dugaan penganiayaan terhadap keluarganya yang bekerja di kapal berbendera Cina Lu Huang Yuan Yu dan saat melaporkan sudah kehilangan kontak.

Menurut Indarto, awalnya tim gabungan berhasil mengamankan kapal Lu Huang Yuan Yu 118. Akan tetapi keberadaan jenazah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) bernama Hasan Afriandi asal Lampung yang dikabarkan pihak keluarga, tidak ditemukan di kapal tersebut.

Lalu, pihaknya mendapat info masih ada satu kapal lagi yang sama yaitu kapal Lu Huang Yuan Yu 117. Atas informasi tersebut, tim kembali melakukan pengejaran.

Sekira pukul 11.00 WIB, Kapal Lu Huang Yuan Yu 117 terdeteksi melintas di sekitar perairan Pulau Nipah lintas transit (Perairan Indonesia) perairan Batu Cula pada posisi koordinat 01° 03′ 319″ N 103° 43′ 304″ E.

Lalu, langsung dilakukan penyekatan terhadap kapal tersebut selanjutnya diberhentikan, dan dilaksanakan pemeriksaan oleh KRI Bubara-868, Patkamla Combat Boat 58, Kapal Patroli KPLP P.115 KN. Kalimasadha.

Indarto mengatakan, penyergapan tersebut nyaris gagal karena kapal hendak memasuki perairan Singapura. Namun berkat kesigapan tim gabungan akhirnya berhasil dilumpuhkan.

Dikatakan Indarto, usai penggeledahan kapal tim berhasil menemukan jenazah yang disimpan dalam freezer di kapal tersebut.

“Korban sudah ditemukan di cold storage beruntung belum dibuang,” papar Indarto.

Dari hasil penggeledahan 2 kapal tersebut, petugas menemukan pekerja kapal asal Cina, Indonesia dan Philipina. Total seluruhnya ada 22 WNI yang dipekerjakan dari dua kapal nelayan berbendera Cina, yakni Lu Huang Yuan Yu 117 dan Lu Huang Yuan Yu 118.

WNI yang bekerja di kapal ini sudah 7 bulan tepatnya sejak tanggal 1 Januari 2020 melalui agen PT Mandiri Tunggal Bahari (MTB).

Mereka berangkat melalui Singapura langsung diantarkan oleh agen ke atas kapal Lu Huang Yuan Yu 118. Pada tanggal 1 Januari 2020 kapal Lu Huang Yu 118 bertolak dari Singapura ke Argentina untuk mencari cumi-cumi.(bl)