Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batam, Muhammad Rudi. Foto: Batamlagi.com

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batam, Muhammad Rudi menyampaikan adanya 1 warga terpapar Covid-19 pada Minggu (5/7). Total ada 240 kasus, 192 sembuh, 12 meninggal, 36 dirawat.

Dalam rilis, dijelaskan, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 ini merupakan hasil pemeriksaan swab Tim analis BTKLPP Batam, berdasarkan
hasil temuan dari kasus baru yang merupakan satu laki-laki.

Pasien ini adalah laki-laki berinisial Tn.I usia 53 tahun, Pelaut/Crew Kapal, beralamat sementara di salah satu hotel di kawasan Nagoya, Kelurahan Lubukbaja Kota, Kecamatan Lubukbaja, Kota Batam, merupakan kasus baru Covid-19 Nomor 240.

Dijelaskan, sesuai dengan identitas Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang dimilikinya, yang bersangkutan adalah warga Kota Balikpapan Kalimantan Timur (Kaltim) yang sejak tanggal 06 Juni 2020 turun di Batam dari Kapal Logistik/Supply tempatnya bekerja. Dan menginap di salah satu hotel di kawasan Sungai Jodoh untuk tempat transitnya.

Kemudian yang bersangkutan pergi memeriksakan diri ke Klinik Medilab Batam untuk melakukan RDT secara mandiri, guna memenuhi persyaratan penerbangan ke Kota Balikpapan, Kalimantan Timur dengan hasil non reaktif.

Setelah mendapatkan seat penerbangan, yang bersangkutan mengatakan bahwa pada tanggal 8 Juni 2020 pergi ke Bandara Hang Nadim untuk berangkat ke Balikpapan, namun pada saat akan check-in ditolak dengan alasan surat keterangan sehat dan hasil RDT yang dibawanya tidak memenuhi syarat mengingat penerbangan ke Balikpapan harus transit di Bandara Seokarno Hatta dimana Pemerintah DKI Jakarta mempersyaratkan adanya hasil pemeriksaan swab (PCR) dan Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) Jakarta yang tidak dimilikinya.

Selanjutnya yang bersangkutan kembali ke hotelnya sambil menunggu jadwal penerbangan yang memungkinkan untuk terbang ke Balikpapan dan baru pada tanggal 1 Juli 2020 mendapatkan seat.

Sebelum berangkat yang bersangkutan kembali memeriksakan diri untuk RDT di Klinik Medilab Batam yang diperoleh hasil reaktif. Dan oleh Klinik Medilab diserahkan tindaklanjutnya ke Puskesmas Lubukbaja sesuai dengan wilayah hotel tempatnya menginap.

Mengingat hasil RDTnya reaktif, oleh Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Puskesmas Lubukbaja kepada yang bersangkutan diedukasi untuk
karantina/ isolasi di RSKI Covid-19 Galang sambil menunggu pelaksanaan pemeriksaan swab tenggorokan.

Selanjutnya pada tanggal 2 Juli 2020 dilakukan pemeriksaan swab tenggorokan yang hasilnya diketahui pada hari ini dengan terkonfirmasi positif.(bl)