Tim Satgas Bea Cukai saat mengejar penyelundup handphone ilegal. Foto: Ist

KARIMUN (BATAMLAGI.COM) – Jajaran Kantor wilayah DJBC Kepri mengamanakn 3.304 handphone berbagai merk dari kapal kayu di perairan Batam, pada Sabtu (27/6). Ribuan smartphone senilai Rp 12 miliar itu tanpa dilindungi dokumen kepabeanan.

Kakanwil DJBC Kepri, Agus Yulianto, Jumat (3/7), mengatakan, kronologi penindakan kasus tersebut bermula saat Satgas Patroli Laut BC mendapat informasi dari Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe B Batam, bahwa ada speedboat kayu yang mencurigakan.

Saat itu kapal bergerak dari Jembatan 4 Barelang. Diduga membawa barang ilegal pada Sabtu sekitar pukul 15.30, Tim Satgas BC 1305 mendatangi lokasi dan melihat speedboat yang melaju dari arah Batam dengan haluan menuju ke Tanjung Riau.

Melihat hal tersebut Tim Satgas BC 1305 mengejar dan menghubungi Tim Satgas BC 15042 dan Tim Satgas BC 1189 yang sedang berjaga di perairan tersebut.

Saat dikejar, kapal tersebut tidak berhenti, malah bermanuver untuk melarikan diri dengan haluan menuju Pulau Patah. Pada saat kapal tersebut mendekati pantai di pesisir Pulau Patah pada pukul 15.40, anak buah kapal (ABK) dari speedboat tersebut melarikan diri ke dalam hutan.

Kemudian Satgas Patroli Laut BC mengamankan serta memeriksa speedboat tersebut dan didapati kapal kayu tersebut bermuatan lebih dari 32 karton smartphone berbagai merek. Selanjutnya, barang bukti itu dibawa ke Kantor Wilayah DJBC Khusus Kepulauan Riau, untuk dilakukan pemeriksaan, penelitian, pendalaman serta proses lebih lanjut.

Setelah dilakukan pencacahan, barang selundupan itu berisi 3.304 handphone seperti IPhone, Samsung, Google Pixel, dan berbagai merek lainnya dengan nilai barang Rp 12 miliar dan berpotensi merugikan negara sebesar Rp 2,5 miliar.(bl)