Ilustrasi ekstasi.

KARIMUN (BATAMLAGI.COM) – Jajaran Sat Res Narkoba Polres Karimun mengamankan pembuat pil ekstasi rumahan. 5 pelaku dan barang bukti diamankan.

Kapolres Karimun, AKBP Muhammad Adenan AS SIK melalui Kasat Narkoba AKP Rayendra SIK, Jumat (3/7), mengatakan, barang bukti yang diamanakan adalah, 5 butir pil ekstasi berwarna biru tua berlogo hello kitty dengan kandungan metafetamin (sabu), 1 mangkuk plastik berisikan serbuk warna biru tua yang terdapat kandungan metafetamin (sabu), 2 cetakan pil yang dibuat dari casing handphone.

1 batang besi yang digunakan untuk mencetak pil, 1 pipa plastik untuk mencetak pil, 1 bungkus plastik berisi pecahan paramex, 1 bungkus plastik berisi tepung berwarna putih, 1 botol plastik berisikan kapur sirih.

Dikatakan, pengungkapan kasus ini berawal dari informasi masyarakat pada Sabtu (20/6) sekira pukul 19.00 WIB. Selanjutnya, pihaknya berhasil mengamankan dua pria berinisial TS dan KU di parkiran Hotel Aston Jalan Pertambangan, Kecamatan Karimun, Kabupaten Karimun.

Di tangan keduanya, ditemukan dua butir pil berwarna biru tua berlogo hello kitty. Tersangka mengakui dua butir pil tersebut didapat dari pria inisial AS yang berada di Jalan Perdamaian, Kelurahan Sungai Lakam Barat, Kecamatan Karimun.

Dari informasi tersebut, polisi melakukan pengembangan dan berhasil mengamankan tersangka inisial AS, lalu IS dan RI.

“Dalam penangkapan ketiganya kita menemukan barang bukti berupa tiga butir pil berwarna biru tua dengan logo hello kitty dan satu buah mangkuk plastik berisikan serbuk berwarna biru tua, yang diakui pelaku digunakan sebagai bahan untuk pembuat pil ekstasi,” tegas Rayendra.

Saat dilakukan penyidikan, pelaku IS dan RI mengaku telah mencetak pil ekstasi. Ekstasi itu dicetak sendiri dengan bahan baku serbuk warna biru tua itu dan mencampur dengan sabu.

Pelaku juga mengaku baru memproduksi ekstasi dan baru berhasil mencetak 5 butir.

Kelima pelaku dijerat dalam Pasal 114 ayat 1 subsider 112 ayat 1 Jo Pasal 132 ayat 1 Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun penjara atau pidana denda Rp 800 juta hingga Rp 10 miliar.(bl)